Daerah  

Cabai Rawit Merah Rp105.250: Ramadan Cirebon Bergejolak

Gejolak Harga Pangan di Cirebon Menjelang Akhir Ramadan: Cabai Meroket, Beras Naik Tipis

Memasuki pekan ketiga bulan Ramadan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, dihadapkan pada dinamika harga berbagai komoditas pangan yang menunjukkan tren fluktuatif. Sejumlah kebutuhan pokok mulai terasa tekanannya, seiring dengan peningkatan konsumsi rumah tangga menjelang akhir bulan suci ini. Data pergerakan harga per Senin, 9 Maret 2026, mengungkap adanya lonjakan signifikan pada komoditas cabai rawit merah, sementara beras mengalami kenaikan tipis. Di sisi lain, beberapa jenis bawang dan cabai merah justru menunjukkan tren penurunan.

Cabai Rawit Merah Jadi Komoditas Paling Meroket

Komoditas yang paling mencolok mengalami kenaikan harga adalah cabai rawit merah. Di pasar tradisional Kabupaten Cirebon, harga komoditas ini dilaporkan mencapai kisaran Rp105.250 per kilogram. Angka ini jauh melampaui rata-rata harga nasional yang pada awal Februari 2026 tercatat di angka Rp76.400 per kilogram.

Tidak hanya cabai rawit merah, cabai rawit hijau pun turut mengalami kenaikan harga, menyentuh angka Rp53.150 per kilogram. Fenomena ini mengindikasikan adanya tekanan pada pasokan komoditas pedas ini.

Berbanding terbalik dengan cabai rawit, beberapa jenis cabai merah justru mengalami koreksi harga. Cabai merah besar terpantau dijual di kisaran Rp41.200 per kilogram, mengalami penurunan sekitar 2,14%. Sementara itu, cabai merah keriting menunjukkan penurunan yang lebih dalam, yaitu sekitar 6,2%, dengan harga jual Rp42.350 per kilogram.

Perbedaan tren yang mencolok antara cabai rawit dan cabai merah ini menggambarkan betapa sensitifnya komoditas hortikultura terhadap pasokan harian. Gangguan dalam rantai distribusi atau penurunan produksi di sentra-sentra pertanian dapat dengan cepat memicu lonjakan harga dalam waktu singkat. Lonjakan harga cabai rawit merah sering kali menjadi indikator awal dari potensi tekanan inflasi pangan, terutama pada periode Ramadan ketika kebutuhan rumah tangga meningkat drastis.

Beras Mengalami Kenaikan Tipis, Kualitas Beragam

Kelompok komoditas beras di Kabupaten Cirebon juga tidak luput dari kenaikan, meskipun dalam skala yang lebih tipis dibandingkan cabai rawit.

Berikut rincian harga beras berdasarkan kualitasnya:

  • Beras Kualitas Bawah:
    • Kualitas Bawah I: Sekitar Rp14.000 per kilogram.
    • Kualitas Bawah II: Sekitar Rp13.400 per kilogram.
  • Beras Kualitas Menengah:
    • Medium I: Mencapai Rp15.200 per kilogram.
    • Medium II: Sekitar Rp14.600 per kilogram.
  • Beras Kualitas Premium:
    • Super I: Berada di kisaran Rp16.850 per kilogram.
    • Super II: Sekitar Rp15.850 per kilogram.

Kenaikan harga beras selama periode Ramadan umumnya dipicu oleh peningkatan konsumsi rumah tangga yang lebih intensif. Aktivitas memasak yang meningkat untuk kebutuhan buka puasa dan sahur mendorong permintaan beras, sehingga secara alami mempengaruhi harga di pasar.

Pantauan Langsung di Pasar Sumber

Observasi di Pasar Sumber, salah satu pusat perdagangan bahan pangan utama di Kabupaten Cirebon, mengkonfirmasi tren harga yang dilaporkan dalam data. Para pedagang di pasar tersebut melaporkan bahwa lonjakan harga yang paling terasa signifikan adalah pada cabai rawit merah.

Menurut keterangan beberapa pedagang, pasokan cabai rawit merah dari sentra produksi di Jawa Tengah dan Jawa Timur dilaporkan mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir, yang secara langsung berdampak pada kenaikan harga yang tajam.

“Cabai setan (cabai rawit merah) memang sudah mahal sejak awal tahun. Sekarang juga masih terus naik harganya,” ujar Ahmad, seorang pedagang sayur di Pasar Sumber, Senin (9/3/2026). Pernyataan ini menegaskan bahwa fenomena kenaikan harga cabai rawit merah bukanlah hal baru, namun cenderung berlanjut bahkan meningkat menjelang akhir Ramadan.

Bawang Relatif Stabil, Pasokan Impor Lancar

Berbeda dengan komoditas cabai, harga bawang di pasar tradisional Kabupaten Cirebon menunjukkan tren yang lebih stabil, bahkan cenderung mengalami penurunan.

  • Bawang Merah: Ukuran sedang tercatat dijual di kisaran Rp45.200 per kilogram, menunjukkan penurunan lebih dari 4%.
  • Bawang Putih: Berada di kisaran Rp39.700 per kilogram, mengalami penurunan sekitar 1%.

Stabilitas harga bawang ini diduga dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk kelancaran pasokan dari impor dan ketersediaan stok yang masih mencukupi di tingkat pedagang. Hal ini memberikan sedikit kelegaan bagi konsumen di tengah kenaikan harga komoditas lain.

Protein Hewani Cenderung Stabil

Dalam hal protein hewani, harga di pasar tradisional Kabupaten Cirebon menunjukkan kondisi yang relatif stabil.

  • Daging Ayam Ras Segar: Terpantau dijual di kisaran Rp40.750 per kilogram, dengan kenaikan tipis kurang dari 1%.
  • Daging Sapi:
    • Kualitas I: Berada di kisaran Rp148.050 per kilogram.
    • Kualitas II: Sekitar Rp139.450 per kilogram.
  • Telur Ayam Ras: Mengalami penurunan tipis, dijual di kisaran Rp31.100 per kilogram.

Secara umum, perkembangan harga pangan di Kabupaten Cirebon pada pekan ketiga Ramadan menunjukkan adanya tekanan pasar, terutama pada komoditas hortikultura seperti cabai rawit. Jika tren kenaikan harga cabai rawit ini berlanjut, dikhawatirkan akan terjadi lonjakan harga yang lebih signifikan pada pekan terakhir Ramadan hingga menjelang Idulfitri, ketika permintaan masyarakat diprediksi akan meningkat tajam seiring dengan persiapan hari raya. Pemerintah daerah dan pemangku kepentingan diharapkan dapat memantau situasi ini secara ketat untuk menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *