Daerah  

Ummi Quary: Sang Maestro Galatama

Ummi Quary Mencari Ketenangan dan Kesabaran di Kolam Pemancingan Saat Ngabuburit

Di tengah kesibukan dunia hiburan, Ummi Quary memilih cara yang unik untuk mengisi waktu ngabuburit di bulan puasa. Kali ini, ia menjajal kegiatan yang mungkin jarang ia lakukan: memancing. Berbeda dari penampilan glamor yang biasa ia tampilkan di layar kaca, Ummi memilih gaya yang lebih santai dan praktis, bahkan ia menyebutnya sebagai “anti-catcalling”.

Kegiatan memancing ini dilakukan Ummi di sebuah galatama, sebuah tempat pemancingan yang memang khusus untuk lomba atau sekadar rekreasi. Ia tidak sendirian, melainkan ditemani oleh teman-temannya. Mengenakan kaos putih hijau yang dipadukan dengan manset soft pink dan celana berwarna kuning cerah, penampilannya terlihat jauh dari kata “ala kadarnya”. Ia sengaja memilih pakaian yang nyaman dan tidak terlalu terbuka, demi menghindari perhatian yang tidak diinginkan.

Meski terbilang jarang terjun ke dunia memancing, Ummi menunjukkan antusiasme yang tinggi. Tak perlu waktu lama baginya untuk merasakan sensasi “strike” pertama. Kegembiraan membuncah saat ia berhasil mendapatkan ikan pertamanya. Teriakan kegirangan terdengar saat umpan yang ia pasang akhirnya dimakan oleh ikan. Momen ini membuktikan bahwa Ummi memang memiliki bakat serba bisa.

Namun, di balik kegembiraannya, Ummi juga harus menghadapi tantangan. Setelah berhasil menarik perhatian ikan, ia justru terlihat sedikit kesulitan untuk membawa hasil pancingannya ke daratan.

Perjuangan Menarik Pancingan dan Pelajaran Berharga

Proses menarik ikan ke tepi kolam ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Ummi sempat khawatir jika ikan tersebut akan lepas kembali ke dalam air. Ia bahkan harus diajarkan teknik yang benar dalam menarik tali pancingan. Kesalahan dalam menarik tali bisa berakibat fatal, seperti tali pancing yang putus atau bahkan alat pancingannya yang rusak.




Momen ini memberikan pelajaran berharga tentang kesabaran dan ketekunan. Menunggu umpan dimakan ikan, terutama di galatama yang persaingannya ketat, membutuhkan mental yang kuat. Ummi pun sempat memberikan nasihat kepada ibu-ibu lain yang mungkin ingin mencoba memancing, “Belum tentu dapat soalnya, Bu,” ujarnya, mengingatkan bahwa hasil tidak selalu instan.

Humor dan Motivasi di Tengah Kolam

Di sela-sela keseriusannya memancing, Ummi juga tak lupa menyisipkan unsur humor. Ia bercanda bahwa ia tidak ingin suaminya nanti menjadi ketagihan memancing hingga seharian di luar rumah, bahkan ia melontarkan lelucon tentang “suami kemasukan jin ikan”.

Ternyata, kegiatan memancing yang seharusnya mengisi waktu luang dengan ketenangan ini justru sempat memancing emosi Ummi. Ada kalanya umpan yang sudah ia pasang justru masuk ke dalam kolam tanpa ada ikan yang menyambarnya. Hal ini tentu saja bisa membuat frustrasi.

Meskipun belum bisa dibilang sebagai pemancing profesional, Ummi memiliki impian besar. Ia ingin bisa sehebat Prilly Latuconsina, yang diketahuinya juga piawai dalam memancing, bahkan hingga ke laut lepas. Keinginan ini mendorongnya untuk terus belajar dan berlatih, agar kelak bisa menjadi salah satu peserta andal di ajang Galatama, seperti di Bekasi.

Memancing: Lebih dari Sekadar Hobi

Memancing di galatama saat ngabuburit bukan hanya sekadar mengisi waktu. Bagi Ummi Quary, kegiatan ini mengajarkan banyak hal. Ia belajar tentang kesabaran dalam menunggu, ketenangan dalam menghadapi situasi yang tidak pasti, dan ketekunan untuk terus berusaha.

Di luar kesibukannya di dunia akting, Ummi Quary membuktikan bahwa ia juga bisa menikmati kegiatan yang lebih sederhana dan menenangkan. Dengan pilihan outfit yang cerdas, ia berhasil memadukan kenyamanan dan keamanan saat menikmati hobinya yang baru.

Kegiatan memancing ini menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap dunia selebriti, setiap orang berhak menemukan momen kedamaian dan kesenangan dalam aktivitas yang mereka pilih. Ummi Quary, dengan gayanya yang unik, telah menunjukkan bahwa ngabuburit bisa menjadi momen yang penuh makna dan kegembiraan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *