oleh

Alih Status UIN Datokarama, Fokus Optimalisasi Peningkatan Mutu

Palu, Indonesiakini.id – Mengawali alih status Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, sesuai dengan keterangan resmi dari Rektor UIN Datokarama Palu yang disampaikan di sejumlah pertemuan di lembaga UIN Datokarama Palu beberapa waktu lalu, dalam rangka menjawab tantangan alih status ke UIN Datokarama Palu kedepannya yakni dengan cara terus fokus mengoptimalisasi peningkatan mutu di seluruh lembaga kampus.

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Datokarama Palu Dr. Askar, M.Pd, menguraikan sejumlah tahapan-tahapan hasil pertemuan beberapa hari yang lalu, dengan didasarkan oleh ketegasan dari Rektor UIN Datokarama Palu Prof. Dr. H. Sagaf S. Pettalongi, M.Pd, dalam menjawab alih status ke UIN Datokarama Palu, dengan tetap fokus melakukan peningkatan optimalisasi penjaminan mutu.

Dr. Askar melanjutkan, ada sejumlah poin-poin yang telah di bahas beberapa waktu lalu diantaranya adanya evaluasi pelaksanaan Visitasi.

Dari pelaksanaan Visitasi lapangan oleh BAN-PT, pihaknya masih menemukan banyak hal yang menjadi kekurangan, sehingga dalam rapat evaluasi yang diadakan beberapa waktu lalu, meminta kepada pihak pimpinan fakultas dan Program Studi (Prodi) untuk terus melakukan koordinasi dengan LPM, dalam rangka untuk mengimplementasikan program Rektor UIN Datokarama Palu, tentang peningkatan mutu di lembaga UIN Datokarama Palu.

“Sebagai lembaga penjaminan mutu maka kita mencoba memberikan atau mendampingi bagaimana langkah-langkah meningkatkan mutu di UIN Datokarama Palu,” ungkapnya kepada Indonesiakini.id saat ditemui langsung di ruangannya, Jumat (20/8/2021).

“Langkah-langkah yang kita tempuh kemarin, agar teman-teman  di Prodi dan Fakultas, menyusun kurikulum sesuai dengan Kerangka Kualifikasi Nasional-Indonesia (KKN-I). Misalnya, S1 level 6, sehingga nanti kita berharap Prodi-Prodi merumuskan kompetensi lulusan sesuai dengan bidang ilmu kajiannya dan sesuai dengan kompetensi rumusannya. Dengan demikian, kita berharap nanti alumni-alumni kita bisa menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat, itu utamanya,” sebutnya.

Selanjutnya kata Dr. Askar, Lembaga Penjaminan Mutu UIN Datokarama Palu, ikut mendampingi para pimpinan fakultas dan prodi pada tahun depan dengan dimulai dari sekarang, untuk merumuskan kegiatan sesuai dengan mengimplementasikan Rencana Srategi (Renstra) yang sudah ditetapkan.

Sementara Renstra itu akan dirumuskan dengan berbasis peningkatan mutu, dalam hal ini tuntutan-tuntutan yang diberikan oleh Badan Akreditasi Nasional-Pendidikan Tinggi (BAN-PT).

“Secara internal, untuk menjamin ada siklus mutu itu, maka LPM setiap tahunnya akan melakukan audit mutu. Itu akan kita adakan di akhir tahun atau di akhir semester. Bagaimana ketercapaiannya, peningkatan mutu, berapa yang terealisasi dari hasil penelitian, berapa pengabdian dosen, berapa publikasi mahasiswa bersama dosen, berapa dosen yang naik pangkat, berapa dosen yang mencapai guru besar, itu semua yang akan di audit maupun di evaluasi secara internal kelembagaan. Karena ini salah satu program dari bapak Rektor, apakah tercapai atau tidak,” kata Dr. Askar.

Kemudian dia menambahkan, dengan tetap dalam rangka peningkatan mutu UIN Datokarama Palu, LPM terus mulai mensiyir ke Prodi-Prodi di setiap fakultas yang ada, untuk melakukan sosialisasi secara massif kepada masyarakat yang berkaitan dengan pengabdian kepada masyarakat.

“Yang kita bahas juga kemarin, bagaimana pimpinan fakultas dan prodi melakukan monitoring dan evaluasi setiap tahun. Paling tidak kita sarankan akhir semester, dalam rangka untuk mengetahui apa kendala yang dihadapi dan bagaimana menghadapi kendala-kendala itu,” bebernya.

“Ini yang sedang dan tengah kita lakukan, karena dalam system penjaminan mutu kita, kita mengenal siklus jaminan mutu, mulai dari penetapan, apa yang direncanakan dilaksanakan, di evaluasi setelah hasil evaluasi ada dua, kalau tidak tercapai apa yang menyebabkan program tidak tercapai dikendalikan, mungkin ada strategis-strategis yang meningkatkan kendala tadi untuk mengatasi itu, tetapi kalau tercapai kita lakukan peningkatan. Contoh, kita targetkan mahasiswa di salah satu Prodi dengan lulus nilai rata-rata IPK 3,2, setelah di evaluasi tercapai secara rata-rata kelas mahasiswa, maka ini yang akan dilakukan peningkatan hingga 3,4 kedepannya, dan seterusnya,” sebutnya.

“Kalau tidak tercapai, apakah system pembelajarannya yang dibenahi ataukah system peningkatan keterampilan dosen yang dibenahi, sehingga nanti sampai di siklus jaminan mutu, kita bisa mengukur apa yang kita programkan itu tercapai atau tidak,” ungkapnya.

“Intinya, Rektor sangat antusias untuk kedepannya ini peningkatan mutu, karena menurut statement beliau, secara kelembagaan kita sudah menjadi universitas, tidak ada lagi lembaga diatasnya, sehingga beliau itu fokus pada peningkatan mutunya,” ujar Dr. Askar.

“Jangan sampai nanti alih status UIN tetapi mutunya tidak bergerak, itu yang diwanti-wanti sama pak Rektor, itu yang kita lakukan koordionasi terus dan menerus kepada seluruh lembaga yang ada, didalamnya ada Prodi dan fakultas,” bebernya.

Ditegaskan oleh Dr. Askar, bahwa di dalam pergerakan yang dilakukan oleh LPM UIN Datokarama kali ini, telah terlihat kesadaran dalam peningkatan mutu baik di tingkatan Prodi maupun pada tataran fakultas yang ada.

Hal ini sebagai bagian dari upaya Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Datokarama Palu, dalam mensupport demi sasaran dan target dapat tercapai dan terlihat adanya peningkatan, sesuai dengan harapan besar dari program Rektor UIN Datokarama Palu pasca setelah peralihan status ke UIN Datokarama Palu.(MRZ)

Komentar

News Feed