oleh

Bank BPD Sulteng Siapkan Dana Pemulihan Ekonomi Untuk Warga Sulteng

Palu, Indonesiakini.id – Bank BPD Sulteng salah satu bank yang ada di wilayah provinsi Sulawesi Tengah, dipercayakan kembali oleh Kementerian Keuangan pusat melalui Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tengah untuk menyiapkan dana pemulihan ekonomi yang diperuntukkan kepada masyarakat Sulawesi Tengah.

Secara simbolis, Gubernur Sulteng Rusdy Mastura melaunching penempatan kembali dana PEN di bank BPD Sulteng pada tahap III Periode II tahun 2021, dengan dihadiri langsung Direktur Utama (Dirut) Bank BPD Sulteng Rahmat Abdul Haris, Komisaris Bank BPD Sulteng, Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tengah Eko Erifianto, serta seluruh pejabat dilingkungan bank BPD Sulteng, di ruangan utama kantor Gubernur Sulawesi Tengah kemarin.

Dirut Bank BPD Sulteng Rahmat Abdul Haris, mengatakan, penempatan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di bank BPD Sulteng oleh Kementerian Keuangan pusat pada tahap III periode II tahun ini, salah satu bentuk kebahagian yang besar karena dengan adanya dana penempatan PEN tersebut dipersiapkan dan diperuntukkan untuk pemulihan ekonomi masyarakat Sulawesi Tengah.

“Kedatangan kami dan berjumpa dengan bapak gubernur Sulawesi Tengah untuk bisa disampaikan kepada masyarakat, ada dana yang disiapkan di bank BPD Sulteng untuk pemulihan ekonomi masyarakat Sulteng,” ungkapnya kepada Radar Sulteng, Kamis (29/7).

“Kurang lebih sudah 150 miliar rupiah telah disalurkan dari dana penempatan PEN yang ada di bank Sulteng,” tambahnya.

Dia mengharapkan, sesuai dengan arahan langsung dari kementerian keuangan pusat, kiranya dengan adanya penempatan dana PEN untuk pemulihan ekonomi masyarakat Sulawesi Tengah di tengah-tengah dalam masa covid-19, untuk lebih memprioritaskan dari sector produktif lainnya dalam pemanfataan dana PEN tadi.

“Tahun kemarin, 700 miliar kurang lebih di sektor komsumsi karena kita mengenjot di daya beli. Daya beli ini lah yang kita genjot dan Alhamdulillah produk-produk pangan ini bisa tergunakan semua dan dibeli oleh masyarakat. Sekarang ini ada arahan dari kementerian bahwa arahkan lagi ke sector produktif yang lain, program inilah yang kami sampaikan di dalam proses pemanfaatan berikutnya,” sebutnya.

“Kami datang, mohon ijin kepada gubernur untuk bisa louncing mempublikasikan kepada masyarakat,” ungkapnya.

“Mudah-mudahan program ini juga sukses storinya sebagaimana dengan sukses stori pada tahap yang pertama,” kata Rahmat Abdul Haris kepada Radar Sulteng.

Eko Erifianto, Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tengah atau mewakili kepala Kantor Wilayah, menuturkan, pihaknya dipercayakan dari kementerian keuangan untuk menyampaikan program penempatan dana PEN di bank BPD Sulteng.

Selanjutnya kata dia, untuk penempatan dana secara nasioanl pada tahun 2020 cukup optimal, realisasi untuk program pemulihan ekonomi secara nasional sekitar 579,878 triliun atau 83,4 persen dari target sekitar 695,2 triliun rupiah.

Sementara untuk penyaluran program dana di bank Sulteng 2020 dan 2021, pertanggal 26 Juli 2021, terjadi peningkatan dari segi realisasi maupun penerimaan bantuan, terutama untuk klien pasien, insentif nakes, BPUM, bansos sembako, kartu prakerja, PKH, BST, dan sejenisnya.

“Untuk penyaluran program PEN penempatan dana di bank Sulteng sendiri ada beberapa klaster terkait dengan penyaluran tersebut, ekspansinya dikeluarkan untuk usaha mikro kecil, menengah, koperasi dan komsumsi,” bebernya.

“Memang saat ini dari pihak bank BPD Sulteng sendiri alokasi terbesarnya di sektor konsumsi, karena sektor konsumsinya sudah memenuhi target untuk selanjutnya bisa dialokasikan ke sektor-sektor lainnya seperti UMKM,” kata dia.

Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura, dalam pesan yang disampaikan kepada pihak Bank BPD Sulteng dan yang mewakili Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tengah setelah penempatan dana PEN 200 miliar di bank BPD Sulteng, dengan tegas dia menjelaskan, untuk bersama-sama bekerjasama, bersinergi dalam memajukan provinsi Sulawesi Tengah.

Selanjutnya, semoga dengan penempatan dana PEN bisa bermanfaat lebih besar, lebih efektif, efisien, dan bukan hanya di sektor komsumtif melainkan di sektor-sektor lainnya terjadi pertumbuhan ekonomi yang signifikan.

“Pasca bencana, tetapi tidak hanya covid-19 tetapi ada bencana lain (gempa, tsunami, likuifaksi 28 September 2018) yang sama yang harus kita tanggulangi secara bersama. Oleh karena itu, melalui tempat ini saya berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua belak pihak, untuk bisa bekerjasama, bersinergi kedepan untuk memajukan Sulawesi Tengah,” pesan Gubernur Sulteng Rusdi Mastura.

“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih, saya harapkan bank BPD Sulteng harus lebih berani masuk di semua sektor lainnya, selain sekto konsumtif,” jelasnya. MRZ

Komentar

News Feed