oleh

Bawaslu Kota Palu : Sekjen Koalisi Relawan Paslon Walikota Palu Terbukti Bersalah

Palu, Indonesiakini.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Palu menyampaikan putusan hakim dalam persidangan Pengadilan Negeri (PN) bahwa Sekretaris Jenderal (Sekjen) Koalisi Relawan Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Palu nomor urut 01 terbukti bersalah.

“Sekaitan pelaksanaan putusan kasus yang dipersidangkan kepada saudara Asman Asgar (Sekjen Koalisi Relawan Paslon Walikota dan Wakil Walikota 01), dengan agenda pembacaan putusan saudara Asman terbukti bersalah,”ungkap Kordinator Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran, Bawaslu Kota Palu Fadlan, di kantor Bawaslu Kota Palu, Senin (07/12/2020).

Fadlan menerangkan, berkaitan dengan putusan dikenakan Pasal 187 A ayat (1) Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 setiap orang dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan kepada warga negara Indonesia baik secara langsung maupun tidak langsung untuk mempengaruhi pemilih agar tidak menggunakan hak pilihnya dan memilih calon tertentu.

Fadlan mengungkapkan, akan tetapi dari putusan itu, hakim memberikan waktu kesempatan selama tiga hari kepada Asman Asgar untuk melakukan upaya hukum.

“Jika dalam waktu 3 hari itu tidak ada upaya hukum berarti selesai atau inkrah,”ungkapnya.

“Saya juga secara pribadi tidak menyampaikan vonis itu sudah eksekusi, karena mereka masih diberikan kesempatan untuk upaya hukum terhitung mulai besok,”tambah Fadlan.

Fadlan menuturkan, hakim memvonis Asman Asgar dengan putusan ditetapkan bersalah, putusannya 36 bulan pidana penjara dan denda Rp 200 juta serta subsider 2 bulan.

Fadlan juga berharap, ketika ada upaya hukum dari Asman Asgar, hakim tetap memperkuat putusan sebelumnya yang dikenakan kepada Asman Asgar tersebut.

“Harapan dari kita ketika dilakukan upaya hukum dari mereka hakim tetap menguatkan dengan putusan sebelumnya yakni Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 Pasal 187 A,”pungkasnya.

Sementara, Ketua Bawaslu Kota Palu, Ivan Yudharta mengatakan, pemberitaan terkait dengan putusan tersebut tidak dikait-kaitkan. Sebab, kata dia putusan tersebut terhadap oknum.

“Perbuatan yang dalam hal ini oknum, jadi kami berharap pemberitaannya itu tidak pada ranah yang dikait-kaitkan karena putusannya ini adalah oknum,”ucapnya.

Menurut Ivan, mungkin saja atas perbuatan oknum tersebut, tidak terkoordinasi, sehingga secara tiba-tiba kejadian seperti itu terjadi.

“Mungkin perbuatan oknum ini tidak di kordinasikan dan tiba-tiba terjadi seperti itu,”tandasnya. DAL

Komentar

News Feed