oleh

Berkat Bantuan PKBI JMK OXFAM, Kini Ibu – Ibu di Desa Toaya Vunta Tak Pinjam Uang di Koperasi Lagi

DONGGALA, SULTENG – Ibu – ibu penjual kue di Desa Toaya Vunya, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), akhirnya bisa bernafas legah, setelah PKBI JMK OXFAM memberikan bantuan modal usaha. Ya, karena mereka kini sudah bisa membuat kue setiap hari.

Bencana gempa bumi pada 28 September 2018 lalu, membuat para penjual kue di Desa Toaya Vunta ini, kesulitan melanjutkan usaha pembuatan kue yang telah mereka geluti selama bertahun – tahun, karena kehabisan modal setelah terjadinya bencana.

Selama kurang lebih satu tahun lebih, ibu – ibu penjual kue di Desa Toaya Vunta ini berhenti dari membuat kue. Praktis kondisi ekonomi keluarga mereka sangat tergantung dari bantuan pemerintah, serta hasil kerja serabutan dari suami – suami mereka.

Ya, karena setelah bencana itu, mereka tak bisa lagi menjual kue karena modal yang biasa mereka pakai, harus digunakan untuk kebutuhan sehari – hari yang lebih penting.

Bahkan beberapa diantara mereka mengaku, terpaksa harus meminjam uang di koperasi untuk mencoba melanjutkan usaha pembuatan kue agar kehidupan ekonomi mereka bisa kembali membaik. Namun sayang, modal usaha dari koperasi yang harus dikembalikan setiap hari, membuat usaha kue yang mereka jalankan tak bisa membuat ekonomi mereka membaik.

Bahkan mereka makin merasa terbebani, karena setiap hari berfikir agar bisa ada setoran ke koperasi. Jika tidak, maka setoran akan makin menumpuk dan akhirnya bisa menjadi utang besar yang sulit bisa dibayar.

Dalam kondisi itu, mereka harus terus bisa berproduksi agar setoran harian ke koperasi bisa terus ditutupi, agar tidak menumpuk dan menjadi beban berat. Akhirnya produksi setiap hari yang mereka lakukan, bukan lagi untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tapi memenuhi setoran tiap hari ke koperasi.

“Begitulah pak, dari pada kita tidak ada uang sama sekali. Memang ada juga sedikit untung yang kami dapatkan, tapi kan ada setoran ke koperasi serta modal untuk buat kue lagi besoknya, sehingga sedikit sekali yang bisa kami dapatkan,” cerita Ibu Astin, Ketua Kelompok MAWAR binaan PKBI JMK OXFAM di Desa Toaya Vunta.

Dia mengaku tidak malu menceritakan hal itu, karena memang begitu kenyataannya. Modal yang mereka dapatkan di koperasi, tidaklah terlalu besar karena menyesuaikan dengan kemampuan menyetor setiap hari. Sebab semakin besar modal yang diminta, maka semakin besar juga setoran yang harus diberikan.

Ibu Astin mengaku, karena dia adalah perempuan kepala keluarga, maka tidak ada pilihan lain yang bisa dia lakukan kecuali meminjam uang di koperasi, karena hanya itu satu – satunya yang bisa dia lakukan untuk bisa mendapatkan modal usaha guna melanjutkan usaha penjualan kue yang telah digelutinya selama bertahun – tahun.

Meski dia sadari bahwa hasil penjualannya tidak terlalu besar, namun Astin mengaku hanya itu jalan satu – satunya yang bisa dia lakukan.

“Mau diapalagi pak, cuma di situ (koperasi) yang bisa dapat modal usaha,” katanya.

Hal yang sama juga diakui anggota kelompok MAWAR lainnya yakni ibu Nurhayati. Dia mengaku hanya memiliki keterampilan membuat kue, sehingga tidak terfikir untuk melakukan pekeraan lainnya. Apalagi saat ini usianya sudah 60 tahun, tentu tidak bisa lagi bekerja yang berat – berat.

“Cuma buat kue ini yang bisa saya lakukan, karena sudah tidak mampu lagi kerja yang lain,” tuturnya.

Ibu Nurhayati mengaku, sebelum adanya PKBI JMK OXFAM yang menyatukan mereka dalam satu kelompok, mereka membuat kue masing – masing di rumah lalu menjualnya juga masing – masing. Namun dengan adanya kelompok yang dibentuk PKBI JMK OXFAM, mereka kini membuat kue bersama – sama, serta memasarkannya juga bersama – sama.

“Kami jadi lebih semangat buat kue karena rame,” tuturnya.

Sementara ibu Bernad yang menjadi sekretaris kelompok MAWAR mengatakan, jumlah anggota kelompok itu sebanyak 26 orang yang semuanya adalah para penjual kue. Ada yang menjual di pasar, ada yang menual di pinggir jalan dan ada juga yang menjual keliling.

“Kami 26 orang ini, semua penjual kue pak. Alhamdulilah bisa disatukan dalam satu kelompok,” tuturnya.

Setiap hari kata Bernad, mereka membuat kue secara bergiliran ada yang lima orang dan ada juga yang sampai enam orang. Tapi jika ada ordran besar, maka semua anggota kelompok turun membuat kue sama – sama.

Setiap hari, kelompok ini bisa membuat kue 400 biji yang terdiri dari beberapa macam kue seperti biapong, donat, panada, kue minyak dan beberapa jenis kue lainnya. Jika ada pesanan, biasa sampai 1000 biji yang mereka buat. Semuanya tergantung ordran yang masuk.

Dari 400 biji itu, ibu Bernad mengaku biasa mereka hanya mengeluarkan modal 200.000 sampai 250.000 saja. Namun hasilnya bisa mencapai 500.000 setiap harinya.

“Alhamdulilah pak, setiap hari kami bisa buat 400 biji dan semua habis pak setiap hari,” ujarnya.

Ibu Bernad mengaku, mereka sudah memiliki pelanggan tetap yakni dua perusahaan yang ada di Desa Toaya Vunta yakni perusahaan somel kayu dan galian C. Selain itu, ada juga anggota kelompok yang menjual di pasar, di pinggir jalan besar dan menjual keliling.

“Kami bagi tugas pak, semua berperan menjual sehingga bisa habis setiap hari,” katanya.

Setelah kurang lenih tiga bulan aktif membuat kue bersama kelompok MAWAR itu, Bernad mengaku pendapatan mereka bisa mencapai Rp15 Juta per bulan. Dengan hasil itu, mereka kini tak pusing lagi dengan biaya hidup sehari – hari.

Dengan bantuan modal usaha dari PKBI JMK OXFAM, kini anggota Kelompok MAWAR itu sudah berhenti mengambil uang untuk modal usaha di koperasi. Bahkan dengan hasil yang telah mereka dapatkan dari bantuan PKBI JMK OXFAM itu, sudah bisa mereka tabung untuk kepentingan keluarga jangka Panjang.

“Alhamdulilah berkat bantuan modal dari PKBI JMK OXFAM, kami sudah bisa rutin berjualan kue setiap hari. Hasilnya, ada yang digunakan untuk keperluan hari – hari dan ada juga disimpan. Hasil itu sudah kami keluarkan modal karena harus diputar lagi,” tutur Bernad.

Bernad mengaku, dia bersama anggota kelompok lainnya berkomitmen akan terus mengembangkan kelompok MAWAR walaupun kedepan sudah tidak ada lagi pendampingan dari PKBI JMK OXFAM.

“Berkat bantuan dari PKBI JMK OXFAM, semua alat – alat pembuat kue sudah lengkap. Jadi sangat rugi jika kelompok ini tidak dipertahankan, karena semua alat – alat lengkap. Tidak mungkin itu dibagi – bagi, sehingga kami berkomitmen akan mempertahankan kelompok ini sampai benar – benar berkembang,” tutupnya. ***

Foto dan Teks : MAHFUL (MEDCOM PKBI JMK OXFAM)

Komentar

News Feed