oleh

BPPW Sulteng Tidak Bocorkan Soal Hasil Pembahasan Penyelesaian Huntap

Palu, Indonesiakini.id – Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Sulawesi Tengah, salah satu instansi dari Kementerian PUPR yang bertanggung jawab terhadap penyelesaian lahan Hunian Tetap (Huntap) di lokasi kelurahan Tondo II dan Talise, tidak menyampaikan hasil pembahasan dan kesepakatan yang telah disepakati antara kementerian PUPR, Kementerian ATR/BPN serta Wali Kota Palu, saat pertemuan dua hari yang lalu di Jakarta.

Kepala BPPW Sulteng Kementerian PUPR Sahabuddin, saat dimintai keterangan resmi oleh awak media, mengaku, memang ada pembahasan soal mempercepat penyelesaian Huntap yang masih diklaim oleh warga setempat.

Hasilnya pun sudah ada dan telah disepakati baik dari Menteri ATR/BPN, Kementerian PUPR, serta Pemerintah Kota Palu atau Wali Kota Palu, saat menghadiri pertemuan undangan dari Menteri ATR/BPN beberapa waktu lalu.

“Memang dua hari yang lalu kementerian ATR/BPN mengundang Walikota Palu membahas masalah pembebasan lahan di huntap,” ungkap Sahabuddin kepada awak media, Jumat (1/10/2021).

“Pembahasan Itu kami sudah dapat laporan dan kebetulan pimpinan kami yang ada di pusat yang mengahadiri kegiatan tersebut,” sebutnya.

“Dan ada beberapa kesepakatan yang di ambil masalah pembebasan ini, diantaranya seumpama lahan pengganti nantinya, untuk lebih jelasnya temui Wali Kota,” tambahnya tanpa menjelaskan secara detail hasil kesepakatan yang telah dituangkan secara bersama oleh seluruh pihak.

Kemudian, dia menambahkan, karena dirinya merupakan pejabat baru di jajaran kemimpinan BPPW Sulteng menggantikan kepala BPPW Sulteng yang lama, tentu hal yang mendasar untuk tugas pertama olehnya yakni dengan mempercepat penyelesaian soal Huntap yang masih bermasalah.

“Yang jelasnya kita mau selamatkan uang negara, termasuk ada beberapa hal yang kami akan selesaikan diantaranya penyelesaian Huntap,” kata Sahabuddin.

“Jadi, kita tetap fokus menangani ini sampai menunggu hasil kelanjutannya,” sebut Sahabuddin.

Dari hasil keterangan resmi yang disampaikan oleh kepala BPPW Sulteng yang baru, Sahabuddin, dana 60 miliar rupiah dari bank dunia tersebut bagian utama yang dipercepat penggunaan dananya untuk tahapan-tahapan penyelesaian pembangunan sarana dan prasana pendukung di lokasi Huntap kawasan yang akan dibangun.

“Sebenarnya permasalahan Huntap ini kalau lahannya sudah siap, kita sudah bisa lelang dari dana yang sudah ada di pusat. Dan yang bisa mendrop dana tersebut hanya atasan kami di pusat (menunggu hasil penyelesaian lahan Huntap terlebih dahulu),” jelas Sahabuddin.(MRZ)

Komentar

News Feed