oleh

Dicecar 84 Pertanyaan Dalam Pemeriksaan, Habib Rizieq Akhirnya Ditahan

Jakarta, Indonesiakini.id – Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab akhirnya memenuhi panggilan Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus kerumunan pelanggaran protokol Covid-19 di petamburan saat pernikahan putrinya 14 November 2020 lalu.

Setelah menjalani pemeriksaan penyidik kurang lebih 10 jam yakni dari pukul 10.00 pagi hingga pukul 22.00 Wita malam, Habib Rizieq akhirnya keluar dari ruang bareskrim Polri sekira pukul 00.23 dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Habib Rizieq keluar dengan mengenakan rompi rahanan orange dengan tangan terborgol menggunakan kabel ties.

Dikutip dari tempo.co, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono mengatakan, penahanan dilakukan setelah penyidik mencecar Rizieq Shihab dengan 84 pertanyaan dalam pemeriksaan 13 jam.

“Setelah selesai diperiksa, penyidik membacakan kembali BAP dan ada beberapa yang diperbaiki dan ditambahi oleh tersangka,” kata Argo di Polda Metro Jaya dini hari ini.

Usai menjalani pemeriksaan, Habib Rizieq akhirnya ditahan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya.

Menurut Argo, keputusan untuk menahan Rizieq mempertimbangan aspek objektif dan subjektif penyidik. Secara objektif, kata Argo, ancaman hukuman dari pasal yang disangkakan kepada Rizieq lebih dari 5 tahun. Sementara objektif, lanjut dia agar tersangka tidak melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan tidak mengulangi perbuatannya.

Polisi menetapkan Rizieq sebagai tersangka dugaan pelanggaran protokol kesehatan dalam kerumunan di Petamburan pada 14 November lalu. Polisi menjerat Rizieq dengan Pasal 160 KUHP tentang menghasut masyarakat supaya melakukan perbuatan pidana sehingga terjadi kedaruratan kesehatan di masyarakat dan Pasal 216 KUHP, dengan ancaman hingga 6 tahun penjara.

Selain Rizieq, ada lima anggota FPI lain yang juga ditetapkan sebagai tersangka, yakni Haris Ubaidillah, Ali Alwi Alatas, Maman Suryadi, Ahmad Sobri Lubis, dan Idrus. Mereka dikenakan Pasal 93 UU Kekarantinaan nomor 6 tahun 2018 dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara. RED

 

Komentar

News Feed