oleh

Jalan Rusak Tidak Diperbaiki, Padahal Sering Dilintasi Pejabat

Palu, Indonesiakini.id – Disejumlah titik-titik jalan di ibu kota Palu banyak sekali yang rusak jalannya, namun entah kenapa Pemerintah tidak memperbaikinya, padahal jalan yang rusak, bergelombang, sering dilintasi dan dilewati oleh para pejabat pemerintahan, baik dari Pemerintah Kota Palu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, bahkan sampai Presiden RI sendiri.

Dari hasil pantauan dilokasi, sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan jalan yang cukup parah, bergelombang dan terkadang mengakibatkan terjadi kecelakaan bagi pengendara yang melintas.

Seperti jalan Padajankaya kelurahan Pengawu kecamatan Tatanga, sesuai dengan informasi yang disampaikan oleh warga setempat, karena jalannya rusak, bergelombang berakibat terjadinya kecelakaan bagi pengguna jalan belum lama ini.

Jalan rusak dan bergelombang pun dari hasil pantauan, juga terjadi di sepanjang jalan I Gusti Ngurah Rai, jalan Sis Aljufri, jalan Pue Bongo, jalan Munif Rahman, dan sejumlah lokasi lainnya, yang notabene sering dilintasi oleh para pejabat pemerintah dan merupakan salah satu jalan utama yang ada di pusat kota Palu.

Fauzi (40), warga kelurahan Pengawu dan tinggal di sekitar jalan Padajankaya, menurutnya, seakan pemerintah daerah tidak menginginkan kota Palu sebagai pusat ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah sebagai kota yang memiliki tata kelolah yang baik dari segi bangunan infrastruktur jalan, pasca bencana alam 28 September 2018 silam.

Terbukti kata dia, jalan Padajankaya yang merupakan salah satu jalan utama yang ada, sering dilintasi oleh para pembesar pemerintah, bahkan bapak Jokowi maupun Ma’ruf Amin orang nomor satu dan nomor dua di republik ini pernah melintasi jalan Padajankaya, jalan yang rusak, bergelombang tidak menjadi perhatian serius oleh pihak-pihak yang berkepentingan.

Dia menyesalkan, kalau soal janji-janji untuk diperbaiki sudah sering didengar baik melalui hasil Musyawarah Kelurahan, Kecamatan dan sebagainya, namun eksekusi maupun realisasi dari janji tersebut masih diabaikan.

“Hanya pengukuran-pengukuran tetapi realisanya sampai sekarang tidak ada, janji dan janji melalui hasil Musrembang, jalan rusak dan bergelombang serta menimbulkan kecelakaan belum lama ini, tinggal janji saja,” ungkapnya kepada Indonesiakini.id saat ditemui di pangkalan ojek Padajankaya, Minggu (29/8/2021) pagi.

“Ini jalan sering mereka lewat bahkan waktu Jokowi dan Ma’ruf Amin datang, lewat disini. Meraka tahu kalau ini jalan rusak dan butuh diperbaiki, tetapi kenyataannya mereka diam,” sebutnya.

“Ini jalan Padajankaya, seingatku baru satu kali di aspal jalannya di masa HB Paliudju jadi bupati Donggala era 90-an. Sampai sekarang, biar rusak tidak ada ditengok sama pemerintah,” tambahnya.

Hal senada ditegaskan oleh warga lainnya Firman (53), dia meminta kepada pemerintah untuk tidak lebih banyak menabur janji kepada masyarakat soal perbaikan jalan, masyarakat butuhkan kepastian dari janji untuk direalisasi tetapi bukan hanya sekedar janji saja.

“Mohon lah jangan banyak menabur janji, tetapi kita butuh realisasinya,” sebutnya.

“Kalau bisa secepatnya direalisasikan,” tegasnya.(MRZ)

Komentar

News Feed