oleh

Jalan Trans Palu Palolo Amblas Bersama Jembatan

Palu, Indonesiakini.id – Jalan Trans Sulawesi Palu-Palolo, desa Pombewe kecamatan Sigi Biromaru kabupaten Sigi terputus atau amblas hari Rabu, sekitar pukul 06.00 pagi tadi.

Dari hasil pantuan di lokasi, jalan yang terputus berada tepat di badan jembatan dengan berada di dataran rendah dari badan aspal lainnya, yang memiliki dataran agak tinggi (menggunung).

Dengan terputusnya badan aspal, akses dari Palu ke Bora, Napu dan Palolo, begitu sebaliknya, mau tidak mau kendaraan (utamanya roda empat) harus mencari jalan lain agar bisa sampai ke tujuan.

Terlihat pula dilokasi, antrian kendaraan roda dua maupun roda empat begitu banyak, baik yang dari arah Napu, Bora, Palolo, menuju Palu, begitu pula sebaliknya dari arah Palu hendak menuju Bora, Napu, Palolo, memutar arah dan mencari jalan yang bisa dilewati untuk sampai ke tujuan.

Lokasi terputusnya jalan aspal pun tidak jauh dari kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu 2, salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam yang ada di kabupaten Sigi.

Nurdin (61), salah seorang warga Pombewe dan menjadi saksi atas terputusnya aspal jalan dan jembatan, mengatakan, kejadian terputusnya badan aspal yang tepat diatas badan aspal ada jembatan, ini perkirakan pada pukul 06.00 pagi tadi.

Lanjut Nurdin, salah satu penyebab dari terputusnya jembatan dan badan aspal, diduga karena kuatnya hantaman air hujan yang turun dari aliran sungai atas (gunung kaili), menghantam jembatan dan badan aspal.

“Sekitar pukul 06.00 pagi mulai putus, karena yang kita lihat tadi ada mobil truk bawa pasir beriringan, mobil truk yang pertama bisa lewat meski sebagian pasir yang dimuat jatuh, sementara mobil truk yang lainnya sudah tidak bisa lewat karena sudah putus jalannya,” ungkap Nurdin kepada Indonesiakini.id saat ditemui langsung di lokasi, Rabu (25/8/2021).

“Kalau hujan terus menerus, ini jalan karena rendah digenangi air hujan. Apalagi sekarang musim hujan, air dari atas (gunung kaili) menyatu datang menghantam jembatan ini,” sebutnya.

“Makanya kalau mau diperbaiki ulang, ini jembatan jangan lagi berada di dataran rendah, harus tinggi atau sejajar dengan badan aspal lainnya,” tambahnya.

PUTAR ARAH: Pemilik kendaraan putar balik kendaraan karena jalan sudah tidak bisa dilewati.
FOTO : IST

Selain itu, dia pula mempersoalkan diputusnya aliran sungai bagian atas oleh adanya permukiman Hunian Tetap (Huntap), hal ini pula yang mengakibatkan terjadinya luapan air sungai (air hujan), deras menghantam bagian bawah yang ditemuinya, termasuk di lokasi jembatan dan jalan yang terputus ini.

“Lantaran ini jurang Huntap di tutup, jelas airnya lari kesini. Huntap itu kan ditutup jurangnya, itu jadi masalahnya. Kalau hujannya nonstop (terus menerus), bisa-bisa terancam juga sebagian permukiman yang ada di Huntap sana,” tambahnya.

Begitupula Sukadi (62) warga Pombowe, meminta keseriusan dari Pemerintah Daerah kabupaten Sigi, untuk segera memperbaiki kembali jalan dan jembatan yang terputus.

Hal ini untuk membantu meringankan warga sekitar dan pengguna jalan, agar lebih mudah melakukan aktivitas setiap waktu dengan melintasi jalan setelah diperbaiki kembali.

“Tadi pagi, sudah ada dari Wakil Ketua DPRD Sigi yang meninjau lokasi, semoga ini bisa menjadi perhatian utama bagi mereka, untuk segera memperbaiki kembali,” tegasnya.(MRZ)

Komentar

News Feed