oleh

Kotaku Berkah, Kotaku Tuntas Kumuh Berbasis Kawasan

Palu, Indonesiakini.id – Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Palu, mengharapkan kota Palu menjadi kota yang berkah, kota yang tuntas dari permasalahan kumuh berbasis kawasan.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Palu Zulkifli, mengatakan, sebelum bencana alam gempa, likuifaksi dan tsunami 28 September 2018 yang melanda kota Palu, delianase (cakupan luasan) kawasan kumuh di kota Palu kurang dari 50 hektar dan beredar di 14 kelurahan yang ada saja.

Namun, setelah bencana alam 28 September 2018, kota Palu dengan hancurnya seluruh wilayah permukiman warga serta fasilitas infrasntruktur, maka kota Palu dikategorikan sebagai kawasan kumuh total dan luas cakupan delianasenya kurang lebih 226 hektar.

Untuk itu, melalui program dari Walikota Palu Hadianto Rasyd, serta program yang ada di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Palu, dengan menjadikan kotaku berkah, kotaku tuntas kumuh berbasis kawasan, diharapkan akan memberikan dampak yang baik dalam rangka percepatan-percepatan menuntaskan kawasan kumuh yang ada di kota Palu, dengan tetap memberikan skala perioritas kelurahan yang dianggap perlu menjadi perhatian serius bersama.

“Kita inginkan kota Palu menjadi kotaku berkah, kotaku tuntas dari kumuh yang berbasis kawasan. Ini harapan dari walikota Palu dan sesuai dengan program yang ada di dinas kami,” ungkapnya kepada Indonesiakini.id, Senin (2/8).

“Wilayah kecamatan Palu Barat dengan jumlah penduduk yang padat, masuk kategori kawasan kumuh berat, ini menjadi intervensi kami untuk segera memprioritaskan di beberapa kelurahan yang dianggap sangat kumuh di wilayah Palu Barat, diantaranya kelurahan Lere, Ujuna dan kelurahan Baru,” sebutnya.

“Sekarang ini kita sudah melakukan sosialisasi pembersihan kawasan di tiga kelurahan tadi, tetapi tidak menafikan tetap pula di kelurahan lainnya (46 kelurahan) tetap berjalan program penuntasan kawasan kumuh yang dilakukan secara bersama-sama oleh dari Dinas PKP Kota, Dinas PU Kota serta dari Kotaku sendiri,” tambahnya.

Salah satu harapan besar dari Zulkifli, agar di masa kepemimpinan Walikota Palu saat ini, serta sesuai dengan harapan Walikota Palu, agar kawasan kumuh kota Palu segera dapat dituntaskan sehingga menjadikan kembali kota Palu sebagai kawasan yang bebas dari permukiman dan kawasan kumuh.

“Kita upayakan beberapa bulan kedepan mulai dari sekarang sudah ada perubahan di tiga kelurahan yang kita perioritaskan tadi (Lere, Baru, Ujuna), dengan tetap memperdayakan warga setempat untuk ikut terlibat dengan gerakan penuntasan kawasan kumuh dari kita, agar mereka nantinya setelah wilayahnya bagu, bersih, asri dan memiliki ruang terbuka hijau, untuk bisa menjaga, memilihara dan tidak merusak lingkungannya sendiri,” ungkapnya.

“Kita doakan bersama program Kotaku berkah. Kotaku Tuntas Kumuh berbasis kawasan bisa sesuai dengan harapan masyarakat kota Palu,” jelasnya.(MRZ)

Komentar

News Feed