oleh

Kuasa Hukum : Tidak Ada Bukti Asman Asgar Membagikan Sembako Secara Langsung

Palu, Indonesiakini.id – Kuasa Hukum Asman Asgar selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) Koalisi Relawan Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Palu nomor urut 01 menyebut, tidak ada bukti Asman Asgar membagikan sembako secara langsung kepada masyarakat dan itu merupakan fakta persidangan.

Hal itu disampaikan Kuasa Hukum Sekjen Koalisi Relawan Paslon Walikota dan Wakil Walikota Palu 01, Rachmy, SH, MH saat ditemui di DPW Nasdem Sulteng, Selasa (08/12/2020).

Diketahui, Hakim dalam persidangan Pengadilan Negeri (PN) Palu telah memberikan vonis kepada Asman Asgar yang menjadi terdakwa tindak pidana pemilihan dan dikenakan Pasal 187 A ayat (1) Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016.

Rachmy mengatakan, Asman Asgar tidak bisa dipisahkan dari relawan, karena dia adalah Sekjen dari Relawan Koalisi Aristan Wahyuddin (Kawan). Relawan Kawan tersebut telah terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu.

“Jadi Relawan Kawan itu terdaftar secara organisasi dan membawahi beberapa organisasi seperti Gempar, Jangkar, Militan, Bantaya, Roa Aristan, Pahlawan, Baracuda,”katanya.

Surat Kerja (SK) yang dipermasalahkan Bawaslu, menurut Rachmy itu adalah kewenangan Asman Asgar untuk mengesakan orang menjadi relawan Aristan-Wahyuddin.

Padahal kata Rachmy, Asman Asgar tidak semata-mata langsung meng-SK-kan, tapi relawan dibawah naungan Relawan Kawan di data terlebih dulu, setelah di data, kemudian orang-orang itu masuk dalam relawan. Namun, orang-orang itu kembali didatangi untuk ditanyakan keinginan untuk menjadi relawan Aristan-Wahyuddin.

“Ketika mereka menyatakan berkeinginan menjadi relawan, maka kita berikan SK untuk mengikat menjadi relawan Aristan-Wahyuddin, makanya muncullah SK itu,”ucapnya.

Lebih lanjut, diungkapkan, dalam fakta persidangan pihaknya telah menghadirkan Liaison Officer (LO) Aristan-Wahyudin sebagai penghubung Paslon Walikota dan Wakil Walikota Palu ke KPU Kota Palu.

“LO pertama mengatakan relawan yang berada di tingkat bawah, tidak perlu di daftar ke KPU yang terpenting Relawan Kawan atau organisasi induk itu yang terdaftar di KPU,”ungkapnya.

Sebenarnya nama-nama relawan dibawah naungan Relawan Kawan, menurut Rachmy telah masuk sebagai relawan. Selanjutnya, seperti keterangan dari salah satu komisioner KPU Kota Palu, pengakuan LO Aristan-Wahyuddin bahwa relawan tidak semua harus di daftarkan, yang terpenting secara organisasional terdaftar. Berpatokan dari itulah Asman Asgar memberikan SK kepada relawan yang di bawahi Relawan Kawan tersebut.

“Teman-teman relawan yang ditingkat dibawa itu semua rekrutmen dari relawan Gempar, Jangkar, Militan, Bantaya, Roa Aristan, Pahlawan, Baracuda. Ada 7 yang masuk dibawah naungan Relawan Kawan,”katanya.

“Itu fakta persidangan bukan kami mengada-ngada, LO kami hadirkan langsung di persidangan,”sambungnya.

Rachmy menerangkan, kalau yang ditandatangani oleh Paslon Walikota dan Wakil Walikota Palu nomor urut 01, Aristan-Wahyuddin yakni Relawan Kawan yang secara organisasional terdaftar di KPU Kota Palu.

Rachmy menjelaskan, sehingga relawan yang dibawah tidak ditandatangani oleh Paslon Walikota dan Wakil Walikota Palu lagi, karena Asman Asgar memiliki kewenangan untuk meng-SK-kan orang-orang yang menjadi relawan yang di payungi Relawan Kawan.

“Bagaimana kita mau mengikat relawan dibawa kalau tidak punya SK, tentu mereka tidak bisa jalan untuk bagaimana mensosialisasikan Paslonnya,”jelasnya.

Bahkan, kata Rachmy, LO Aristan-Wahyuddin sampai sekarang masih memiliki pesan Whatsapp dengan pihak KPU Kota Palu mengenai SK itu dan itu fakta terbuka di persidangan karena LO Aristan-Wahyuddin menjadi saksi sewaktu di persidangan.

Rachmy menyatakan, KPU Kota Palu juga tidak menjabarkan bagaimana secara organisasional, tapi menjelaskan bahwa yang terpenting organisasi induk telah terdaftar di KPU Kota Palu. Sehingga, menurut Asman Asgar Relawan Kawan secara organisasi membawahi beberapa relawan memiliki kewenangan untuk memberikan SK kepada relawan dibawahnya.

“Yang terduga memberikan sembako itu terdiri dari beberapa tim relawan yang berada di turunan Relawan Kawan semua lembaga terdaftar,”tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kuasa Hukum Asman Asgar lainnya, Abdul Rahman, SH menerangkan, Relawan Kawan membawahi beberapa relawan yang dipimpin oleh Sekjen Koalisi untuk mengkoordinasikan kerja-kerja relawan itu dan semua relawan terdaftar di KPU Kota Palu.

Dia menyanyikan, Relawan Kawan merupakan koalisi dari beberapa relawan bersatu di Relawan Kawan tersebut, yang terdaftar di KPU Kota Palu.

“Syarat sahnya sebuah SK itu, yang mengesakan dari induknya kebawa, bukan ketika terdaftar di KPU. Karena KPU personal administrasi, jadi syarat sahnya relawan itu bukan ada di KPU, tapi berada di internal organisasi mereka,”terangnya.

Abdul menjelaskan, kenapa Asman Asgar bisa meng-SK-kan, karena kewenangan sudah diberikan kan oleh Paslon kepada dirinya, pendelegasian administrasi. Sehingga, Asman Asgar membuatkan SK dan itu sah menurut ahli.

“Hanya persoalan tidak terdaftar di KPU itu hanya persoalan administrasi tapi intinya sudah terdaftar,”jelasnya.

Bagi Abdul, terkait putusan hakim dalam Pengadilan Negeri (PN) Palu . sudah menjadi putusan dan hakim sudah berpendapat, tetapi menurut dirinya sebagai kuasa hukum tidak cukup bukti. Sebab, jika hakim mempertimbangkan fakta-fakta yang hadirkan oleh pihaknya, tidak ada bukti bahwa Asman Asgar membagikan secara langsung.

“Ini adalah fakta persidangan dan semua yang dibagikan itu adalah SK, ketika Bawaslu mengatakan itu masyarakat, tapi mereka merupakan relawan karena ada SK-nya, terkait terdaftar atau tidak itu persoalan lain,”sebutnya.

Abdul juga menambahkan, pihaknya tetap menghormati hakim telah berpendapat, tapi baginya hal itu belum inkrah atau belum final, karena dalam tindak pidana Pemilu ada batasan-batasan yakni diberikan waktu 3 hari, apakah pihaknya akan menyatakan sikap bading atau tidak.

“Kami akan mengkaji dulu, karena kami baru dengar jadi kami belum mempelajari pertimbangan secara detail, kami dengarkan sepintas tadi banyak fakta-fakta yang tidak dipertimbangkan oleh hakim yang sangat meringankan terdakwa,”tandasnya. DAL

Komentar

News Feed