oleh

Masyarakat Nelayan Desa Toiba Keluhkan Katinting Mangkrak dan Rusak Kepada Ma’mun Amir

BANGGAI, SULTENG – Calon Wakil Gubernur, Ma’mun Amir dalam safari politiknya di desa Toiba, Kecamatan Bualemo mendapatkan kelurahan dari masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan terkait katinting mereka yang rusak dan mereka tidak bisa melaut lagi. Keluhan ini disampaikan saat Ma’mun Amir meminta masyarakat sampaikan permasalahan di desanya.

Ma’mun Amir yang memiliki rasa kepedulian begitu besar, dirinya meminta diantar ke lokasi katinting nelayan bersandar dan melihat langsung kondisinya selepas dirinya berkampanye. Diantar beberapa masyarakat, Ma’mun Amir pun melihat kondisi katinting nelayan yang banyak rusak.

“Kedepan saya dan pak Rusdy sudah sepakat dengan program bantuan untuk nelayan, tapi saya kurang sependapat dengan katinting karena pendapatan nelayan dengan kapal kecil seperti itu tidak membawa perubahan ekonomi yang signifikan,” jelas Ma’mun

Ma’mun Amir bersama Rusdy Mastura memiliki program asuransi untuk nelayan, dan meningkatkan sarana dan prasarana alat-alat perikanan tangkap, budidaya hasil laut, konventer kit, dan mesin motor untuk nelayan.

“Saya lebih sependapat nantinya nelayan diberikan bantuan kapal besar, yang bisa digunakan berkelompok 5-10 orang. Kemudian nelayan membentuk koperasi simpan pinjam yang diperoleh dari hasil melautnya,” tandas Ma’mun Amir

Ma’mun Amir berharap hasil melaut nelayan bisa masuk untuk kebutuhan sehari-hari, kemudian sisanya ditabung dikoperasi untuk keperluan-keperluan mendadak. Seperti pendidikan, kesehatan, atau acara pesta yang terkadang membutuhkan biaya besar.

“Yang terpenting dalam koperasi atau kelompok nelayan itu beranggotakan nelayan itu sendiri, bukan berisi pengusaha atau pejabat. Nelayan harus mandiri, sehingga terhindar dari kepentingan yang tidak diinginkan yang dimainkan orang-orang tidak bertanggung jawab,” jelas Mamun Amir

Menurut Remon ada bantuan baik untuk nelayan atau petani yang masuk. Namun menurutnya pemberian bantuan ini tidak tersalurkan dengan baik. Sehingga perlu pendataan ulang, karena menurutnya penerima bantuan seperti pilih-pilih.

“Alokasi anggaran dana desa disini juga kacau, harusnya jika ada bantuan pemerintah langsung didata oleh dinas. Penyaluran bantuan tidak jelas, kelompok peternak terus yang dapat dan penerimanya itu saja,” ungkap Remon

Menurut Remon masyarakat didesa Toiba sudah sangat mengenal lama sosok Ma’mun Amir, sehingga masyarakat di desa ini yakin Ma’mun Amir dapat menang dan dapat membawa perubahan bagi masyarakat didesanya khususnya dan rakyat Sulawesi Tengah pada umumnya. RED

Komentar

News Feed