oleh

Pemerintah, Mohon Jangan Abaikan Warga Penyintas di Huntara

Palu, Indonesiakini.id – Pemerintah Kota Palu jangan abaikan warga penyintas korban bencana alam 28 September 2018 yang masih tinggal di Hunian Sementara (Huntara), terutama di Huntara Duyu Gawalise, kelurahan Duyu kecamatan Tatanga, kota Palu.

Jangan abaikan hak-hak pemenuhan kebutuhan warga penyintas di Huntara Duyu, merupakan salah satu permintaan terpenting oleh warga yang masih tinggal di Huntara sebab masih menunggu pembangunan Hunian Tetap (Huntap) yang belum ada tanda kepastiannya untuk bisa ditempati.

Adi (30), warga Duyu yang tinggal di Huntara Duyu Gawalise, masih tinggal di Huntara karena bangunan Hunian Tetap (Huntap) yang dibangun dan dijanjikan untuk ditempati di lokasi kelurahan Duyu atas belum bisa ditempati.

Olehnya kata Adi, tentunya karena masih tinggal di Huntara agar Pemerintah Kota Palu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan bahkan Pemerintah Pusat, untuk tidak mengabaikan warga yang masih dan bertahan tinggal di Huntara-Huntara.

“Mohonlah jangan abaikan kami, kami sudah tinggal di Huntara dari pertama dibangun Huntara ini pasca bencana alam 28 September 2018 silam,” kata Adi kepada Indonesiakini.id saat ditemui langsung di lokasi Huntara Duyu Gawalise,” Minggu (29/8/2021).

“Memang kami masih menunggu Huntap, selama masih menunggu, pemerintah sebaiknya tengoklah kami, apa yang kami butuhkan disini,” tambahnya.

Menurut Adi dengan dibenarkan oleh warga tetangga, sudah memasuki tiga tahun pasca bencana, sejak saat ini sentuhan bantuan dari pemerintah kota Palu masih bisa dihitung dengan jari dalam memberikan bantuan berupa sembako dan lainnya.

Bantuan yang diberikan  berupa sembako umumnya dari para lembaga sosial masuk dibandingkan bantuan sentuhan langsung dari pemerintah kota Palu.

“Ada bantuan sembako beras dari pemerintah lalu hanya waktu lebaran idul Fitri kemarin, selebihnya sampai sekarang sudah tidak ada lagi,” ujarnya.

“Minimal setiap bulan datanglah menengok, tanya apa kebutuhan warga disini, bantu kami, tetapi kenyataannya jauh dari harapan,” sebutnya.

Adi bersama dengan warga lainnya Surahman (23) merupakan salah satu yang menerima bantuan Huntap Duyu Gawalise, namun pihaknya hanya sering menerima informasi dari pihak kelurahan kalau soal bangunan Huntap belum jadi dan di mohon untuk bersabar terlebih dahulu.

“Dari mereka cuman bilang, sabar dan sabar. Kami sabar, tetapi lihat kami apa yang kami butuhkan di Huntara. Karena kalian bagian dari pemerintah yang semestinya membantu kebutuhan bagi warga yang masih bertahan dan tinggal di Huntara,” ungkapnya.

Untuk itu, pesan dari Adi, agar kiranya pemerintah kota Palu tidak menutup mata dengan kondisi warga penyintas yang masih tinggal di Huntara-Huntara.

Jika memang karena kondisi bangunan Hunian Tetap kelurahan Duyu Gawalise belum bisa ditempati karena masih sementara pembangunan, minimal ada perhatian pemerintah kota Palu untuk bisa menyantuni melalui kebutuhan yang diperlukan oleh warga penyintas Huntara setiap bulan nya.

“Satu pesan saja kami sampaikan, mohon pemerintah tidak abai dan berpura-pura tidak tahu tentang keadaan dan kondisi kami yang masih tinggal di Huntara. Karena kami adalah warga kalian,” tegas Adi.(MRZ)

Komentar

News Feed