oleh

Penerbitan Sertifikat Lahan Huntap Baru Seribu Bidang

Palu, Indonesiakini.id – Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Palu baru menyelesaikan penerbitan sertifikat lahan Hunian Tetap (Huntap) yang dihuni oleh warga penyintas sebanyak 1.000 bidang tanah, sisanya masih menunggu penyelesaian dari Pemerintah Kota Palu.

Kepala Seksi Penanganan Masalah dan Pengendalian Pertanahan BPN Kota Palu Rahab, menjelaskan, dari 1.600 bidang tanah atau lahan Hunian Tetap (Huntap) yang dihuni oleh warga penyintas kelurahan Tondo I, belum sepenuhnya diselesaikan penerbitan sertifikat karena masih menunggu bantuan anggaran dari Pemerintah Kota Palu.

“Baru sekitar 1000 bidang lahan yang sudah kita terbitkan dari BPN, ini anggaran dari kita sendiri. Sisanya kita sudah sampaikan secara lisan kepada Pemerintah Kota untuk bisa menanggulanginya,” sebut Rahab kepada Indonesiakini.id, Kamis (9/9/2021).

“Kurang lebih 600 bidang lahan lagi sekarang belum dibuatkan penerbitan sertifikatnya,” tambahnya.

Namun, jika nantinya Pemerintah Kota Palu tidak menganggarkan pembiayaan penerbitan sertifikat bidang tanah, tentunya dari BPN Kota Palu berupaya untuk bisa menyelesaikan penyelesaian penerbitan sertifikat yang masih tersisa.

“Kalau toh kita tunggu nanti di tahun mendatang tidak dianggarkan sama kota, kita berharap tahun depan juga ada kucuran anggaran dari pusat untuk menyelesaikan sisa yang belum diterbitkan sertifikatnya,” ungkapnya.

Saat ini, kata dia, sebagian dari sertifikat yang sudah diterbitkan tersebut memang belum diserahkan sepenuhnya kepada warga penyintas yang menempati Huntap Tondo I bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi.

Hal ini, lanjut Rahab, karena Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Palu belum menerima secara resmi kapan pelaksanaan penyerahan akan dilakukan.

“Bukan kita yang menentukan untuk penyerahan sertifikat bidangnya. Kita masih menunggu dari Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi percepatan pembangunan Sulteng, kapan mereka mulai melakukan penyerahan sertifikatnya,” ungkapnya.

“Untuk waktunya kami tidak tahu kapan, sekarang ini kami sedang menunggu informasi resmi dari mereka. Jika sudah ada tentu pasti langsung diserahkan kepada warga penyintas” jelasnya.(MRZ)

Komentar

News Feed