oleh

Rezeki Sempit Karena Perbuatan Dosa, kata KH. Zainuddin MZ

Palu, Indonesiakini.id – Siapa yang tidak menginginkan rezeki di masa hidup di dunia ini.

Tentunya, semua orang pasti menginginkan adanya rezeki yang selalu berkecukupan, berkah dan lainnya.

Dikutip Indonesiakini.id dari laman youtube Jumat 1 Oktober 2021, KH. Zainuddin MZ menyampaikan soal rezeki sempit yang diperoleh karena dosa yang kita lakukan.

Apabila iman masih ada, apabila hati masih hidup, perbuatan baik menyebabkan orang bergembira, perbuatan yang tidak baik menyebabkan orang gelisah dan susah hatinya.

Ini mengandung pelajaran, sekali kita berbuat baik jangan sekali-kali menyesali kebaikan itu, sebaliknya satu kali melakukan kesalahan hendaknya selalu menyesalinya.

Dalam kehidupan sehari-hari, kata KH. Zainuddin MZ, sesungguhnya perbuatan kita yang baik tidak mesti disesali karena mau disesali atau tidak, toh perbuatan itu sudah kita lakukan.

Dan penyesalan atas kebaikan, hanya akan mengurangi nilai pahala itu sendiri.

Berbahagialah jika kita berbuat baik walaupun orang yang kita melakukan perbuatan baik itu dengan membalasnya kejahatan.

Menyesallah akan perbuatan lalai kita lakukan karena bertanda bahwa masih ada nilai iman di dalam hati kita.

Orang di zaman materialis sekarang ini, kurang terangsang membuat pahala dan terdorong melakukan dosa.

Kenapa, karena pahala tidak kelihatan dan dosa tidak Nampak.

Setiap manusia, agar memperbanyak nilai kebaikan meskipun itu menyebabkan orang tidak senang dengan kita.

Karena dari nilai kebaikan yang kita tanam akan menuai keberkahan rezeki yang diperoleh.

Sebaliknya, dengan menuai kejahatan, yakin dan pasti bahwa seseorang tersebut akan mengalami yang namanya kesulitan atau sempitnya rezeki.

Rezeki sudah diatur oleh Allah SWT kepada setiap manusia, namun tentunya kita sebagai manusia hendaknya bisa membawa rezeki itu dengan keberkahan dan nilai-nilai yang baik.

Terkadang rezeki yang kita minta, rezeki yang kita inginkan, lambat diberikan oleh Allah SWT itu disebabkan oleh banyaknya dosa yang dilakukan.

Rezeki seseorang seperti yang telah saya sebutkan, telah diatur oleh Allah SWT.

Namun, jangan menjadikan karena rezeki sudah diatur sehingga seenak wae melakukan dosa kepada Allah SWT.

“Rezeki dapat kita peroleh dengan memperbanyak meminta kepadanya,” kata KH.Zainuddin MZ.

“Namun mustahil seorang muslim meminta untuk dilimpahkan rezekinya jika selalu melakukan dosa kepada Allah SWT,” sebutnya.

Untuk itu, kata KH. Zainuddin MZ, agar rezeki tidak dipersempit oleh Allah SWT, maka jauhi yang namanya dosa, baik dosa kecil maupun dosa besar.(MRZ)

Penulis : Mohammad Rizal

Sumber : youtube

Komentar

News Feed