oleh

Setelah Jadi Tersangka, Mensos Juliari Batubara Menyerahkan Diri ke KPK

JAKARTA – Setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus Bantuan Sosial (Bansoso) COVID-19, Menteri Sosial Juliari P Batubara akhirnya menyerahkan diri ke Kantor KPK.

Juliari P Batubara tiba di Kantor KPK sekira pukul 02.00 dini hari WIB ditemani beberapa rekan dan keluarganya. Mensos tiba dengan mengenakan baji hitam menggunakan topi dan langsung masuk ke Kantor KPK dan langsung menuju ruang penyidik.

Setelah menjalani pemeriksaan, Juliari P Batubara akhirnya ditahan KPK untuk 20 hari kedepan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK.

KPK sebelumnya melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepada sejumlah pejabat Kementrian Sosial (Mensos) terkait bantuan COVID-19 yakni Matheus Joko Santoso, Adi Wahyono dan dua dari pihak swasta yakni Ardian IM dan Harry Sidabuke.

Dilansir dari detik.com Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, kasus tersebut bermula dari informasi terkait adanya dugaan penerimaan uang oleh sejumlah penyelenggara negara yang diberikan oleh Ardian IM selaku swasta dan Harry Sidabuke kepada Matheus Joko Santoso selaku pejabat pembuat komitmen di Kemensos, Adi Wahyono dan Mensos Juliari Batubara. Sedangkan khusus untuk Juliari, pemberian uang melalui Matheus Joko Santoso dan Shelvy N selaku sekretaris di Kemensos.

“Penyerahan uang akan dilakukan pada hari Sabtu tanggal 5 Desember 2020, sekitar jam 02.00 WIB di salah satu tempat di Jakarta,” kata Firli dalam konferensi pers di KPK, Minggu (6/12/2020).

Uang itu sebelumnya telah disiapkan Ardian dan Harry di salah satu apartemen di Jakarta dan di Bandung. Uang disimpan di dalam 7 koper, 3 tas ransel dan amplop kecil yang jumlahnya sekitar Rp 14,5 miliar.

“Selanjutnya Tim KPK langsung mengamankan MJS, SN dan pihak-pihak lain di beberapa tempat di Jakarta untuk selanjutnya pihak-pihak yang diamankan
beserta uang dengan jumlah sekitar Rp14,5 Miliar dibawa ke KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Firli.

Dari OTT ini, KPK menemukan uang dengan sejumlah pecahan mata uang asing. Masing-masing yaitu sekitar Rp 11,9 miliar, sekitar USD 171,085 dan sekitar SGD 23.000. RED

Komentar

News Feed