oleh

Setiap Guru dan Dosen Harus Memiliki Sertifikat Kompetensi

Disampaikan Dalam Rapat Korodinasi dan Penyamaan Persepsi Penguji UKIN PPG LPTK UIN Datokarama Palu

Palu, Indonesiakini.id – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu sebelum membuka secara resmi kegiatan yang digelar oleh LPTK Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) di salah satu ruang milik FTIK Jumat (10/9/2021) pagi , dalam Rapat Koordinasi dan Penyamaan Persepsi Penguji UKIN PPG LPTK UIN Datokarama Palu, mempertegas, setiap guru dan dosen harus memiliki sertifikat kompetensi.

Di dalam kegiatan yang digelar LPTK FTIK UIN Datokarama Palu kali ini, menghadirkan narasumber dari panitia nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pusat dan Kementerian Agama RI bapak Dr. H. Abdul Razak.

Selain itu, kegiatan ini pula melibatkan seluruh peserta yang terdiri dari unsur dosen penguji UKIN PPG tahun 2021, guru pamong beserta dari peserta lainnya.

Rektor UIN Datokarama Palu Prof. Dr. H. Sagaf S. Pettalongi, M.Pd, mengatakan, Salah satu wujud dari bukti akuntabilitas dan tanggung jawab setiap guru dan dosen yakni harus memiliki sertifikat kompetensi.

Hal ini, lanjut Rektor Sagaf, untuk bisa mempertanggung jawabkan dari profesi yang bersangkutan secara public maupun secara hukum, dengan dasar tadi yakni memiliki sertifkat kompetensi guru maupun dosen.

“Jadi, akuntabilitasnya itu yang dibutuhkan,” ungkap Rektor UIN Datokarama Palu di ruang FTIK UIN Datokarama Palu, Jumat (10/9/2021) .

“Untuk mendapatkan sertifikat kompetensi banyak tahapan-tahapan yang harus dilakukan,” sebutnya.

Rektor Sagaf mengambarkan, seorang guru atau dosen, ketika tidak memiliki sertifikat kompetensi, jika melakukan tindakan panisme (hukuman) terhadap peserta didik, pelajar, mahasiswa misalnya, maka hal tersebut bisa dikenai dengan tindakan mall praktek dan melanggar hukum, karena belum ada sertifikat penuh untuk mengajar (dosen dan guru).

Ini pula sama halnya dengan profesi lainnya, semisal dokter, meskipun telah menyelesaikan SI kedokteran namun jika belum memiliki sertifikat sebagai seorang dokter penuh (telah menyelesaikan tahapan uji kompetensi atau Coasistensi), belum bisa melaksanakan tugas-tugas kedokterannya.

“Nah, itu artinya bahwa eksistensi guru setelah memiliki sertifikat kompetensi maka akan semakin terjamin baik dari sisi proses yang dilakukan maupun dari aspek tanggung jawab, tugas dan lainnya,” sebutnya.

“Penyamaan persepsi ini saya kira sangat penting, apalagi kegiatan ini bersifat online walaupun kegiatan UKIN itu harus dilakukan dalam konteks Riil Teaching,” tambahnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Datokarama Palu Dr. Hamlan, menyampaikan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam rangka suksesnya pelaksanaan UKM PPG yang terdiri dari Uji Kinerja mahasiswa PPG dan uji kompetensi guru/dosen.

“Dan Insya Allah dalam waktu yang tidak terlalu lama di bulan ini, kita akan melaksanakan Uji Kinerja dan Uji Kinerja Pembelajaran,” tutupnya.(MRZ)

Komentar

News Feed