oleh

Soal Pemberitaan, Bank Bukopin Sampaikan Tidak Sesuai Fakta Sebenarnya

Adanya Aduan Nasabah Terhadap Pelayanan Bank Bukopin Cabang Palu

Palu, Indonesiakini.id – Sejumlah media lokal memberitakan pemberitaan pelayanan bank Bukopin Cabang Palu yang dinilai merugikan nasabah, beberapa waktu lalu.

Hal ini berdasarkan pernyataan resmi dari salah seorang nasabah bank Bukopin dengan tabungan dana pensiun, sebagaimana telah diberitakan di sejumlah media lokal, baik pada tanggal 13 September 2021 maupun terbit pada tanggal 14 September 2021.

Alamsyah Mas’ud sebagai Branch Manager KB Bukopin Cabang Palu, menyebut, apa yang telah dimuat di sejumlah media cetak maupun online, merupakan hal yang tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya terjadi di bank Bukopin Cabang Palu.

Bahkan, kata dia, dengan didampingi Ricca sebagai Staf Legal dan Khaerul Anwar sebagai AO dalam konferensi pers bersama dengan awak media, Selasa (14/9/2021) sore, setelah dimuatnya pemberitaan, pihaknya langsung mendatangi kediaman salah satu nasabah tersebut untuk dimintai keterangan, dasar alasan apa sampai membuat keterangan ke sejumlah awak media.

“Segala sesuatu yang ditulis di dalam pemberitaan sebenarnya tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya,” sebut Alamsyah kepada Indonesiakini.id saat konferensi pers bersama sejumlah awak media.

“Makanya kami kaget, setelah terbit kami langsung mendatangi kediaman nasabah namun tidak ketemu. Saya mau tahu informasi apa yang diberikan,” tambahnya.

Selanjutnya, tambah Alam, soal pembahasan yang termuat dalam keterangan resmi oleh nasabah yang bersangkutan, semisal terkait dengan adanya penalty 10 persen jika nasabah take over (pindah pembayaran kredit ke bank lain), pemotongan dana nasabah by sistem dua kali sebulan pada tanggal 1 dan tanggal 24 setiap bulan berjalan, merupakan hal yang sudah termaktub di dalam klausal perjanjian kontrak awal saat debitur atau nasabah mengikat kontrak peminjaman dana kredit di bank Bukopin.

Bahkan, di dalam keterangan nasabah yang bersangkutan dan telah beredar di pemberitaan soal tidak bisanya memperpanjang kredit pinjaman pembayaran, ini pun seutuhnya telah termuat dalam isi perjanjian kontrak awal dan diketahui seutuhnya oleh nasabah pula.

“Kita ini punya SOP, kita ini punya seluruh dokumentasi, misalnya soal take over dapat penalty 10 persen, ini sudah jelas terpampang di klausal perjanjian. Di dalam isi klausal perjanjian, apabila dilakukan pelunasan dari 1-5 tahun akan dikenakan penalty 10 persen, kecuali top up,” ujarnya.

“Disini ada pengecualian kata kecuali, masalah nasabah tersebut adalah memang debitur kami, nasabah ini sudah tidak bisa top up, karena gajinya ini sudah tidak cukup, kalau mau top up lagi. Kalau mau take over silahkan, tidak ada satu bank pun di Indonesia ini yang melarang debiturnya untuk take over, tetapi ingat, debiturnya ini sudah mengikat perjanjian kredit sama kita, dan ini klausal perjanjian 10 persen penalty. Berulang kali debitur atau nasabah ini datang menghadap dan meminta keringanan, dia minta ajukan 5 persen, silahkan, tetapi dia masih bersikeras (sampaikan ke media bahwa tidak ada isi perjanjian klausal soal denda penalty),” ujarnya.

“Hal demikian juga soal pemotongan biaya dana nasabah setiap tanggal 1 dan tanggal 24 di bulan berjalan. Betul memang ada pemotongan dua kali disini, tetapi begini, di dalam perjanjian sudah jelas juga seperti itu, dan rata-rata yang alami pemotongan dua kali bukan hanya nasabah tersebut namun seluruhnya bagi nasabah yang melakukan kredit pinjaman mengalami hal demikian,” tambahnya.

Dia pun tegaskan, bank Bukopin cabang Palu telah mendelagasikan pejabat yang berwenang untuk mengakomdir segala permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh nasabah bank Bukopin, khususnya soal peminjaman kredit menggunakan dana pensiun.

Termasuk dengan mengakomodir permintaan dari nasabah yang bersangkutan, namun itu tadi, tiba-tiba segala yang berkaitan dengan pemenuhan pelayanan disampaikan ke media yang tidak sesuai fakta yang sebenarnya.

“Makanya kemarin kami berinisiatif untuk bertemu dengan debitur atau nasabah tersebut, kami telpon nomor HP nya tidak aktif, kita hanya mau Tanya masalahnya apa, sampai menyampaikan ke media,” tegasnya.(MRZ)

Komentar

News Feed