oleh

Tidak Taat Prokes, Disanksi Tutup Selama Satu Bulan

Pelaku Usaha Yang Terjaring Penertiban Melanggar Prokes

PALU, Indonesiakini.id – Beberapa pelaku usaha yang tidak taat Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19, berulang kali mendapat teguran dan sanksi sosial saat terjaring operasi yustisi penegakkan dan penertiban dalam pencegahan penyebaran covid-19 di kota Palu, mendapat sanksi penutupan usaha selama satu bulan penuh.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol-PP) Kota Palu Trisno Yunianto, menyebutkan, ada beberapa pelaku usaha yang membandel dan tidak mengindahkan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 bahkan sebelumnya telah dilakukan pemberian sanksi sosial berulang kali.

Beberapa pelaku usaha tersebut, lanjut Trisno, bakal akan diberikan sanksi tegas berupa penutupan selama satu bulan penuh dan tidak bisa melakukan aktivitas usahanya.

“Ada beberapa yang bandel, hari ini kita akan buatkan berita acara untuk penutupan selama satu bulan penuh,” kata Trisno Yunianto kepada Indonesiakini.id, Senin (6/9/2021).

“Penutupan selama satu bulan penuh berarti tidak ada aktivitas yang dilakukan oleh pelaku usaha tadi,” sebutnya.

“Pelaku usaha yang ngeyel, sudah dikasih sanksi teguran dua kali, seperti usaha kafe 89, usaha karaoke Desi, Senoparti dan lainnya,” tambahnya.

Dia menambahkan, sanksi sudah mulai diberlakukan kepada pelaku usaha jika telah menerima dan menandatangani berita acara sanksi penutupan usaha selama satu bulan penuh.

“Kalau sudah terima dan sudah tanda tangan, mulai dari itu tanggal penerapannya. Insya Allah besok mulai mereka terima berita acaranya,” ujarnya.

“Jika kemudian hari lagi setelah diberi sanksi satu bulan tutup namun tetap ngeyel, maka nanti kita buatkan berita acara untuk mencabut izin usahanya,” kata Trisno Yunianto.

Untuk itu, pesan Trisno kepada masyarakat individu, pelaku usaha, untuk tetap dan menaati Surat Edaran Peraturan Walikota Nomor 3 Tahun 2021 tentang pembatasan jam bagi pelaku usaha yang melakukan kegiatan usaha dimalam hari di masa pandemic covid-19.

Hal ini bagian dari wujud bersama untuk memerangi dan memutus mata rantai penyebaran covid-19 di kota Palu, dengan cara bersama-sama taat atas pemberlakuan Protokol Kesehatan Covid-19.

“Kita berharap agar surat edaran Perwali Nomor 3 tahun 2021 untuk diikuti oleh pelaku usaha, masyarakat individu, dalam rangka tadi bisa memutus mata rantai penyebaran covid-19 di kota Palu,” tegas Trisno kepada Indonesiakini.id.(MRZ)

Komentar

News Feed