oleh

UIN Datokarama Palu Gelar Wisuda Sarjana di Kampus II

Palu, Indonesiakini.id – Univesitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu gelar pelaksanaan wisudawan dan wisudawati sarjana S1, Magister (S2) dan Doktor (S3) sebanyak 450 wisudawan di kampus II desa Pombewe, kecamatan Sigi Biromaru, kabupaten Sigi, Kamis (30/9/2021) pagi.

Dalam pelaksanaan tersebut, dengan mengacu pada konsep atau model drive thru, hal ini sebagai bentuk lembaga kampus UIN Datokarama Palu komitmen pada penerapan Protokol Kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah di masa covid-19.

Rektor UIN Datokarama Palu Prof. Dr. H. Sagaf S. Pettalongi, M.Pd, dalam pesan almamaternya, menyebut, acara wisuda hari ini adalah momen yang sangat spesial karena merupakan wisuda untuk terakhir kalinya bagi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, sekaligus merupakan wisuda pertama bagi Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu. Dengan demikian, para wisudawan dan wisudawati hari ini, sebagian akan tercatat dalam sejarah sebagai alumni pertama UIN Datokarama Palu, dan sebagian yang lain akan dikenang sebagai alumni terakhir IAIN Palu.

Pandemi covid-19, yang hingga hari ini belum juga berakhir, memaksakan kita untuk kesekian kalinya menyelenggarakan wisuda dengan model drive thru sebagai bentuk komitmen kita pada protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Pemerintah, sekaligus sebagai wujud konsistensi kita pada agenda akademis yang tak boleh surut hanya karena pandemi ini. Pesan penting yang terkandung di sini, khususnya bagi para wisudawan-wisudawati, bahwa dalam hidup jangan pernah menyerah, apalagi menyalahkan keadaan, mengkambing-hitamkan situasi untuk melegitimasi kegagalan, sebaliknya temukanlah solusi untuk mengatasi segala hambatan yang menghalangi kesuksesanmu.

“Dengan memohon perkenan, rahmat, berkah dan ridha Allah Subhanahu Wata’ala, pada hari ini, selaku Rektor, saya secara resmi mengukuhkanpara wisudawan dan wisudawati sebagai Lulusan Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, periode semester ganjil Tahun 2021. Atas nama pimpinan dan segenap Civitas Akademika IAIN Palu, saya menyampaikan penghargaan dan mengucapkan “Selamat!” atas keberhasilan wisudawan dan wisudawati dalam menyelesaikan studi di kampus yang kita banggakan ini. Ucapan “Selamat!” juga saya sampaikan kepada Bapak-bapak dan Ibu-ibu para orang tua dan keluarga mereka,” kata Prof. Sagaf kepada Indonesiakini.id pada penyelenggaraan wisuda di kampus II UIN Datokarama Palu.

Selanjutnya, UIN Datokarama Palu, lahir dari sebuah perjuangan panjang yang tentu saja harus memenuhi sejumlah kriteria dan persyaratan yang tidak ringan. Berkat kerja sama seluruh civitas akademika yang didukung sepenuhnya oleh pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan masyarakat Sulawesi Tengah pada umumnya, pada akhirnya, IAIN Palu secara resmi ditetapkan beralih status menjadi UIN Datokarama Palu melalui Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2021, yang diundangkan dan mulai berlaku sejak tanggal 12 Juli 2021.

Alih status ini tentu sebuah nikmat dan berkah yang besar bagimasyarakat Sulawesi Tengah,karena sekarang sudah memiliki dua Perguruan TinggiNegeri yang berstatus Universitas yakni Universitas Tadulako dan UIN Datokarama Palu. Di masa yang akan datang generasi muda Sulawesi Tengah tidak mestiharus merantau keluar daerah hanya untuk melanjutkan kuliah di Universitas. Kehadiran dua universitas negeri di provinsi ini tentu akan memberikan lebih banyak alternatif untuk memilih program studi yang diminati. Kita justru berharap, di masa-masa mendatang, Sulawesi Tengah dapat menyerap para mahasiswa dari berbagai provinsi, terutama di Kawasan Timur Indonesia, sehingga hal ini secara tidak langsung akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Dengan status UIN maka peran dan kontribusi serta sinergitas bersama pemerintah daerah akan semakin besar dan lebih luas. Sebab dengan konsep integrasi ilmu UIN Datokarama Palu akan membuka fakultas dan prodi-prodi umum yang dibutuhkan dan relevan dengan pembangunan di daerah Sulawesi Tengah.Perubahan IAIN menjadi UIN, bukanlah semata-mata perubahan nama, sekedar gagah-gagahan, atau karena kepentingan komersildan pencitraan belaka. Tetapi, ada cita-cita dan harapan besar di balik itu. Oleh karena itu, pada momen wisuda pertama UIN Datokarama Palu ini, izinkan kami memberikan gambaran sekilas, niat tulus yang melatari mengapa kami berjuang untuk peralihan status ini,” kata Prof. Sagaf.

“Sebagai akhir dari pesan almamater ini, perkenankan kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerjasama dan membantu dalam mengembangkan lembaga ini, terutama Bapak Gubernur Sulawesi Tengah, Walikota Palu, Bupati Sigi, serta seluruh pemerintah kabupaten se-Sulawesi Tengah. Begitu juga para alim ulama, tokoh masyarakat kami harapkan bimbingan, saran dan kritikan dalam rangka pengembangan UIN Datokarama ke arah yang lebih baik,” jelas Prof. Sagaf.(MRZ)

Komentar

News Feed