oleh

UIN Datokarama Palu Kini Punya Fakultas Umum

Palu, Indonesiakini.id – Provinsi Sulawesi Tengah kembali menambah satu perguruan tinggi negeri setingkat Universitas Negeri, setelah disahkannya peralihan status dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu.

Rasa sukur dan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Allah SWT, atas usaha, ikhtiar, dan proses yang dilakukan selama ini dari alih status Institut Agama Islam Negeri (IAIN) ke Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, bisa terwujud dengan ditandatangani Peraturan Presiden (PP) Nomor 61 Tahun 2021 tanggal 8 Juli dan diundangkan tanggal 12 Juli 2021, beberapa waktu lalu.

Dengan diterbitkannya PP tersebut, maka mencabut peraturan presiden Nomor 53 Tahun 2013 Tentang perubahan status dari STAIN ke IAIN Palu.

Itu artinya, secara De Jure (hukum) mulai tanggal 8 Juli 2021 yang lalu, lembaga ini sudah resmi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu.

Rektor UIN Datokarama Palu Prof. Dr. H. Sagaf S. Pettalongi, M.Pd, menjelaskan, dengan adanya alih status dari IAIN Palu ke UIN Datokarama Palu, semata-mata hanya demi untuk kepentingan pembangunan nasional dan terlebih khsusus pembangunan sumber daya manusia di provinsi Sulawesi Tengah.

Menurutnya, lahirnya UIN Datokarama Palu tentu akan memberikan ruang yang besar bagi anak-anak di wilayah Sulteng, untuk mengecap pendidikan tinggi yang diminati tanpa harus keluar dari wilayah Sulawesi Tengah atau dariKota Palu.

“Sulawesi Tengah bertambah satu lagi Universitas Negeri, setelah disahkannya Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu. Sekarang sudah menjadi dua,” ungkapnya kepada Radar Sulteng ketika ditemui di ruangannya, Rabu (21/7).

“Yang pertama-tama tentu rasa syukur saya dan terimakasih sebesar-besarnya kepada Allah SWT atas usaha, ikhtiar dan proses, sehingga alih status dari IAIN ke UIN Datokarama Palu bisa terwujud,” sebutnya.

Proses alih status IAIN ke UIN sudah lama bergulir sejak dari tahun 2019, baik dari proses assessment dan seterusnya. Tentu banyak pihak yang terlibat di dalamnya. Menteri Agama, Kementerian PAN-RB, Kemenkeu, Kemendikbud, dan pihak-pihak lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

Termasuk peran penting dari anggota salah seorang anggota DPD Sulteng Abdurahman Taha, lebih khusus ketua DPD RI La Nyala Mahmud Matalitti, sejak tahun 2020 lalu terus mengawal dan menfasilitasi langsung 9 calon UIN, untuk memacu bagaimana IAIN-IAIN bisa berubah status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN), termasuk UIN Datokarama Palu.

Bahkan kontribusi oleh ketua DPD RI bisa dibuktikan melalui sering dan terus berkomunikasi lewat forum Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), sehingga terwujudnya kesepakatan antara Menteri Agama dan KemenPAN-RB, untuk percepatan IAIN beralih status jika seluruh syarat telah dipenuhi.

“Lebih khusus juga saya sampaikan atas dukungan yang diberikan gubernur Sulteng masa Longki Djanggola dan gubernur Sulteng saat ini Rusdy Mastura. Sebelum menjabat juga sudah pernah memberikan kuliah umum di IAIN Palu, serta seluruh pihak-pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu,” bebernya.

Kemudian, dia menambahkan, dengan alih status menjadi UIN Datokarama Palu, nanti kedepannya baik konsep dan rillnya tentang integrasi Ilmu Islam dengan sains bisa terintegrasi secara baik, menyatu dalam bingkai keilmuan yang diwujudkan di UIN Datokarama Palu.

Jika terjadinya integrasi ilmu agama dan sains, tentu harapannya akan menambah nilai plus bagi putra-putri atau mahasiswa yang memilih studi di UIN Datokarama Palu.

“Setelah alih status, karena diberi kewenangan untuk membuka, menyelenggarakan program studi selain program studi keagamaan, maka kita sudah siapkan dalam proposal, dalam waktu dekat sudah ada dua fakultas umum yang siap untuk dikembangkan kedepannya,” bebernya.

Lanjut Prof Sagaf Pettalongi,dua fakultas yang akan dikembangkan kedepannya, yakni fakultas Sains dan Teknology, dengan empat program studi, lalu Fakultas Kesehatan Masyarakat (Kesmas) dengan empat program studi. Disiapkan sebagai langkah cepat UIN Datokarama Palu kedepannya.

“Dua fakultas itu sudah lengkap persyaratannya, semua prodi delapan (dari dua fakultas) itu sudah ada bakal calon dosennya dan sudah bertandatangan dan lengkap dengan KTP-nya untuk menjadi dosen tetap di fakultas dan program studi yang baru,” ungkapnya.

Dan yang paling penting, harapan dari Rektor UIN Datokarama Palu, yakni adanya rekonstruksi materi kurikulum sesuai dengan adanya integrasi ilmu antara kurikulum keislaman serta sains dan teknologi, dari sebelumnya nama lembaga IAIN Palu menjadi UIN Datokarama Palu.

Masih menurut Prof  Sagaf,diantara yang segera disiapkan setelah Perpres UIN tersebut, selain beberapa poin penting adalah Organisasi dan Tata kerja (Ortaker) UIN Datokarama Palu. Terkait pembukaan prodi akan difokuskan juga pada pembukaan prodi Vokasi.

“Selain karena kebutuhan di lingkungan PTKIN juga UIN Datokarama Palu ingin menselaraskan dan bersinergi dengan visi Gubernur Sulteng Rusdi Mastura. Dimana program vokasi menjadi titik tekan dalam pembangunan SDM dan pemenuhan tenaga kerja terampil di Sulteng,” tutupnya. MRZ

Komentar

News Feed