oleh

UIN Palu Terus Menggenjot Mutu Melebihi Standar Pendidikan Nasional

Palu, Indonesiakini.id – Meskipun saat ini dalam suasana penanganan dan pencegahan covid-19, Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu tetap dan terus berupaya menggenjot serta meningkatkan kualitas mutu dengan harapan dapat melebihi standar pendidikan nasional yang ada.

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Datokarama Palu Prof. Dr. H. Abidin Djafar, S.Ag, M.Ag, menyebut, saat ini yang menjadi pekerjaan utama setelah dinyatakan sah berubah status dari Institut Agama Islam Negeri menjadi UIN Datokarama Palu, yakni bagaimana berusaha mengisi kekuatan-kekuatan mutu UIN Datokarama Palu melebihi dari standar pendidikan nasional.

Hal ini menurut dia, jangan sampai setelah berubah menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu namun belum merasakan perubahan status kelembagaan dalam beberapa waktu mendatang.

“Maka yang kita kerjakan sekarang, bagaimana mengisi konten-konten UIN Datokarama ini agar kuat,” ungkapnya kepada Indonesiakini.id, Senin (9/8).

“Kami, terus berpikir agar UIN terus digenjot, bagaimana kualitas mutu lembaga bisa melebihi dari standar pendidikan nasional,” sebutnya.

“Jangan sampai sudah jadi UIN hanya barasa IAIN, tetapi yang kita inginkan sudah menjadi UIN dan barasa UIN Datokarama Palu,” tambahnya.

Selanjutnya, kata Prof. Abidin, upaya-upaya yang menjadi perhatian serius dari seluruh civitas akademika UIN Datokarama Palu dalam menggenjot mutu UIN Palu, diantaranya dengan terus meningkatkan jumlah professor, jumlah Doktor, jumlah dosen serta meningkatkan kualitas jumlah lektor-lektor kepala.

Selain itu, kekuatan-kekuatan isi UIN yang perlu dipenuhi dengan meningkatkan kualitas dari system Informasi Teknologi (IT) kelembagaan kampus, system digitalisasi sudah tidak menggunakan secara manual, penguatan WEB, pelayanan kemahasiswaan, cara mengajar dosen yang harus sesuai dengan standar bahkan melebihi dari standar pendidikan nasional yang ada.

“Termasuk bagaimana mengisi konten-konten kekuatan isi UIN dengan meningkatkan jumlah mahasiswa dan pelayanan-pelayanan diseluruh lembaga kampus UIN yang ada,” kata Prof. Abidin.

“Mulai sekarang, kita sudah mulai tanam lutut, singsingkan lengan baju untuk mengisi kekuatan UIN tadi,” ungkapnya.

Dia mengharapkan, meskipun saat ini label nama Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama sudah melekat sebagai pengganti dari IAIN Palu, namun diperlukan keseimbangan yang sejalan diantara label nama UIN dengan kekuatan-kekuatan isi dari UIN tersebut seiring berjalan.

“Ini yang harus kita penuhi sekarang, jangan hanya labelnya UIN tetapi isinya masih isi IAIN Palu. Ini bagian dari pekerjaan berat dan harus dipenuhi,” kata dia.

“Muatan UIN yang harus diperkuat diantaranya juga adalah kesiapan menuju Kampus Merdeka Belajar,” tegasnya.(MRZ)

Komentar

News Feed