oleh

Vaksin Covid-19 Saja Tak Bisa Akhiri Pandemi di RI, Dibutuhkan Peran serta Masyarakat dalam Mengakhirinya

Palu, Indonesiakini.id – Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Budi Gunadi Sadikin, atau yang akrab dipanggil BGS menyatakan bahwa vaksin bukanlah solusi untuk mengakhiri pandemi Covid-19 yang sudah hampir setahun ini melanda dunia.

BGS mengutarakan bahwa vaksin tidak cukup dalam menyudahi pandemi ini namun juga gaya hidup masyarakat yang perlu diubah agar memastikan pandemi tidak akan terjadi lagi.

BGS yang juga Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan hal tersebut dalam 8th US-Indonesia Investment Forum, yang berlangsung pada hari jumat (11/12/2020).

“Untuk menyudahi hal ini, lagi-lagi saya tekankan bahwa bukan hanya vaksin. Kita harus meningkatkan cara hidup kita dan cara kita mendiagnosa penyakit dengan tracking, tracing, treatment (3T) dan juga #cucitangan,” kata BGS.

Ia menambahkan juga bahwa gaya hidup masyarakat harus jauh berubah karena pengembangan dan produksi vaksin untuk seluruh lapisan masyarakat perlu waktu.
Selain itu dalam menekankan hal ini, BGS juga mengungkapkan bahwa dunia harus juga bersiap dalam menghadapi pandemi selanjutnya. Ia merasa virus Covid-19 yang dikenal sebagai SARS-CoV-2 mungkin saja muncul kembali dengan bentuk lain seperti memunculkan SARS-CoV-3 dan seterusnya.

“Jadi saya pikir apabila SARS-Cov-2 timbul 18 tahun setelah SARS-CoV-1, tidak akan ada kepastian bahwa SARS-CoV-3 dan SARS-CoV-4 tidak akan datang,” Imbuhnya.
Untuk memerangi virus corona baru muncul, BGS mengingatkan Amerika Serikat (AS) dan negara maju lainnya untuk dapat mengatasi hal ini bersama-sama tanpa adanya monopoli vaksin dan bersedia dengan negara berkembang untuk mengembangkan vaksin bersama.

“Indonesia tidak dapat menanggulangi ini sendirian. Kita butuh kerjasama global untuk memastikan bahwa secara global bahwa imunitas global bekerja. Dan hal ini juga merupakan poin saya kepada negara kaya lainnya bahwa anda tidak dapat melakukan ini sendirian. Apabila anda memiliki herd immunity sementara yang lain tidak, hal itu tidak akan membantu kita,” pungkasnya.

Sebelumnya, pemerintah menegaskan bahwa disiplin protokol kesehatan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak) sebagai pilar pengendalian dan mengakhiri pandemi, harus dilakukan bersama dengan 3T (Testing, Tracing, Treatment), penguatan perawatan di Rumah Sakit dan vaksinasi. ***

Mohamad Rivani (MR)

Komentar

News Feed