oleh

Walikota Palu Launching Jejaring Pengawasan Penataan Ruang Idaman

Palu, Indonesiakini.id – Walikota Palu H. Hadianto Rasyd didampingi Wakil Walikota Palu dr. Renny Lamadjido, Sekretaris Daerah (Setda) Asri, Kepala Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan (DPRP), serta seluruh pejabat dilingkungan Pemerintah Kota Palu, melaunching Jejaring Pengawasan Penataan Ruang Idaman (JAPPRI) dalam rangka menuju inovasi proyek perubahan tata kelolah ruang di kota Palu.

Walikota Palu Hadianto Rasyd, mengatakan, dengan adanya Jejaring Pengawasan Penataan Ruang Idaman (JAPPRI) menuju inovasi proyek perubahan, tentu diharapkan masyarakat kota Palu dapat mengakses langsung tentang pengelolaan ruang kota dengan cara yang lebih mudah dan praktis.

“Bismillah, semoga ini bisa akan membantu seluruh masyarakat untuk bisa mengakses langsung tentang tata kelolaan ruang kota Palu,” ungkapnya kepada Indonesiakini.id, Selasa (17/8/2021).

Dengan kata “Luar Biasa” yang disematkan kepada Kepala Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Palu dalam menforma JAPPRI, Hadianto Rasyd menambahkan, seluruh pengawasan ruang tata kelolah dari Pemerintah Kota Palu, masyarakat bisa mengetahuinya dan bahkan pula masyarakat dimudahkan dalam mengetahui, apakah ruang tata kelolah yang didalamnya ada tanah bisa dibeli oleh masyarakat atau tidak, atau sebaliknya ruang kota tersebut bakal diperuntukkan untuk apa, masyarakat bisa mengetahuinya langsung dengan mudah.

“Kalau masyarakat ingin beli tanah atau sesuatu sudah bisa masuk akses ke sini. Dengan demikian, masyarakat melakukan self assessment berarti, luar biasa,” kata Hadianto Rasyd.

Kepala DPRP Kota Palu Mohammad Rizal, menjelaskan, perkembangan teknologi yang sangat cepat telah membawa manusia memasuki kehidupan yang berdampingan dengan informasi dan teknologi itu sendiri, yang berdampak pada sebagian orang untuk meninggalkan proses penelusuran informasi secara manual yang membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan, atau menemukan informasi yang diinginkan.

Selanjutnya, kata Rizal, sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang mulai meningkat pasca bencana alam 28 September 2018, kebutuhan akan lahan kosong semakin bertambah. Ini berdampak pada pembukaan lahan baru yang sebelumnya merupakan kawasan pertanian/perkebunan, kawasan rawan bencana longsor, dan kawasan peruntukkan lindung yang kini beralih ke kegiatan industry, pertambangan, pergudangan, perdagangan jasa, pusat perbelanjaan ataupun permukiman penduduk, sehingga dapat memicu di kemudian hari merusak lingkungan hidup dan sekitarnya.

“Untuk memberikan informasi kepada masyarakat, pemerintah dan swasta tentang rencana peruntukkan dan pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana tata ruang wilayah kota Palu tahun 2021-2024 di tengah pandemic covid-19 yang membatasi aktivitas di luar rumah, Dinas PRP berinovasi untuk memberikan layanan informasi pemetaan spesial secara digital berbasis android melalui aplikasi JAPPRI. Karena dianggap cocok untuk memberikan informasi yang langsung ditampilkan dalam peta digital, melalui aplikasi geogle maps, sudah familiar di semua kalangan dan hampir semua masyarakat pengguna aplikasi android memiliki aplikasi ini,” ujarnya.

“Tujuan diadakanya peta rencana tata ruang wilayah berbasis android ini, ini adalah untuk menyediakan informasi peruntukkan dan pemanfaatan ruang berdasarkan Peraturan Daerah Kota Palu Nomor 2 Tahun 2021 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Palu 2021-2024 secara cepat dan akurat,” tambahnya.

Kepala Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Palu, Mohammad Rizal

Selain itu, kemudian Rizal menyampaikan soal pemanfataan JAPPRI, dia menyebut diantaranya, masyarakat dan para pemangku kepentingan penataan ruang di kota Palu dapat mengetahui informasi rencana tata ruang di wilayahnya melalui informasi digital yang ditampilkan ke dalam peta, sehingga akan mempercepat akses informasi.

Kemudian, manfaat lainnya, dampak dari tersosialisasinya kebijakan penataan ruang secara digital, masyarakat dan para pemangku kepentingan penataan ruang di kota Palu dapat merencanakan pengadaan lahan dan penggunaan/pemanfaatan lahan tersebut sesuai dengan rencana tata ruang.

Proses untuk mengetahui informasi peruntukkan dan pemanfaatan ruang akan lebih cepat dan mendukung kebijakan pembatasan aktivitas di luar rumah di tengah pandemic covid-19, karena masyarakat tidak perlu lagi datang ke Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Palu.

“Hasil dari inovasi ini adalah peta rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kota Palu berbasis aplikasi/digital dan dapat diakses melalui android berbasis geogle maps. Dengan adanya aplikasi ini sangat dimungkinkan terciptanya penyelenggaraan penataan ruang yang sistematis, akurat, tepat dan dapat dimengerti mulai dari tingkat operasional hingga manajerial,” jelasnya.(MRZ)

Komentar

News Feed