oleh

Warga Demo Menuntut Janji Walikota Untuk Dipenuhi

Palu, Indonesiakini.id – Warga penyintas korban bencana 28 September 2018 silam, turun ke jalan dan menyuarakan aspirasi kepada Pemerintah Kota Palu (Walikota) tepat di depan kantor Walikota Palu, meminta untuk memenuhi janji-janji yang pernah disampaikan kepada warga penyintas pada saat kampanye dan mendatangi Hunian Sementara (Huntara) sebelum menjabat sebagai Wali Kota Palu.

Hidayat salah satu dari sekian yang orasi tepat perayaan HUT Kota Palu yang ke 43 tahun, tegaskan, Wali Kota Palu saat ini sebelum menjabat Walikota di masa kampanye mendatangi warga-warga penyintas yang tinggal di Huntara dengan senyum yang manis, dengan kalimat akan menenuhi permasalahan warga penyintas.

Namun, tegas Hidayat, sudah memasuki tiga tahun pasca bencana alam yang melanda kota Palu dan sekitarnya, sudah tiga tahun warga penyintas sebagian yang masih berada dan tinggal di Huntara, belum pula terpenuhi janji manis oleh Walikota Palu sebagaimana masa saat kampanyenya beberapa waktu lalu.

“Mana janji manis saat anda pertama kali berkampanye dan mendatangi warga penyintas di Huntara lalu,” lantang Hidayat kepada Indonesiakini.id, Senin (27/9/2021)

Bahkan dengan ketegasan Hidayat, meminta kepada Wali Kota Palu untuk menemui warga penyintas yang ikut demo ketimbang berada di panggung singgasana dengan kegiatan seremonial HUT Kota Palu.

“Mana Wali Kota Palu, datang kesini dan temui ibu-ibu penyintas Huntara,” sebutnya.

“Mereka butuh kepastian dari bapak sebagai walikota Palu, karena telah memberikan janji manis tetapi sudah tiga tahun bencana, mereka sampai sekarang masih tinggal di Huntara,” tambahnya.

Terlebih salah seorang perwakilan dari warga penyintas kelurahan Pengawu, saat memberikan orasi, dengan tegas meminta kepada Wali Kota Palu bukan hanya janji-janji saja tetapi kepastian akan sebuah janji.

Selain itu, meminta kepada Wali Kota Palu untuk serius menangani warga penyintas Huntara Pengawu yang terusir dengan paksa karena Huntara sudah dibongkar hanya karena sebab alasan yang tidak manusiawi.

“Selama tinggal di Huntara, tidak ada pemerintah tengok, makan susah, beras tidak di kasih, gula, padahal kami adalah warga penyintas bapak yang bapak walikota datangi di masa kampanye,” tegas perwakilan dari warga penyintas Huntara Pengawu.

Wali Kota Palu Hadianto Rasyd, saat menemui warga penyintas yang demo, dengan tegas ia sampaikan agar permasalahan yang disampaikan oleh warga penyintas untuk menjadi perhatian serius dari pemerintah kota Palu dan segera untuk menindaklanjutinya.

“Catat warga yang masih tinggal di Huntara dan segera diselesaikan permasalahan mereka,” tegas Wali Kota Palu kepada pimpinan OPD terkait yang ikut mendampingi Wali Kota Palu.(MRZ)

Komentar

News Feed