oleh

Warga Masih Antusias Melaksanakan Progam Vaksinasi Gratis

Sejak beberapa bulan yang lalu hingga saat ini, penerapan vaksinasi secara gratis melalui program pemerintah pusat kepada masyarakat kota Palu khususnya dan masyarakat Sulawesi Tengah pada umumnya, masih terus berlanjut.
Antusias masyarakat kota Palu pun masih begitu tinggi untuk mengadakan vaksinasi di sejumlah tempa-tempat pelayanan vaksinasi yang disediakan oleh Pemerintah Kota Palu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah maupun instansi terkait.
LAPORAN: Mohammad Rizal
Di beberapa lokasi tempat pelaksanaan vaksinasi, baik pelaksanaan yang dilaksanakan langsung oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah seperti di Balai Pendidikan Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng jalan Moh. Yamin, terlihat masyarakat mengantri untuk pelaksanaan vaksinasi secara gratis.
Begitupun sebaliknya di puskesmas Lere bertempat di jalan Tomampe kelurahan Lere, antrian masyarakat kota dalam mengikuti pelaksanaan vaksinasi secara gratis belum lama ini, terus mengalami peningkatan.
“Alhamdulillah saya sudah di vaksin untuk vaksin pertama (dosis satu),” ungkap Syam salah seorang warga kota kepada Indonesiakini.id, Rabu (11/8).
“Insya Allah vaksin yang kedua kalinya tanggal 1 September mendatang,” tambahnya.
Dia menceritakan, sudah berulang kali berniat untuk mengikuti program dari pemerintah pusat, provinsi dan pemerintah kota Palu dalam rangka pelaksanaan vaksinasi, namun lagi dan lagi, selalu terbengkalai dengan kurangnya ketersediaan dari vaksin sinoviks di sejumlah pelayanan kesehatan.
Hal ini lah, kata Syam, salah seorang yang bekerja di salah satu perguruan tinggi ternama di kota Palu atau Universitas Alkhairat (UNISA) Palu, terkendala melakukan vaksinasi beberapa minggu yang lalu.
“Saya sudah mau yang ke empat kali untuk melakukan vaksinasi, nanti yang kelima baru tembus bisa vaksin secara gratis,” ungkapnya.
“Itu dia, selalu ingin vaksin, pas datang ke puskesmas stok vaksin habis,” tambahnya.


Memang, ketersediaan atas vaksin sinovac umumnya menjadi problema bagi pemerintah kota Palu dalam menyediakan vaksin sinovac dengan jumlah yang banyak. Hal ini, sebagaimana keterangan resmi dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu dr. Husaema, karena pemerintah kota Palu hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah provinsi yang mendistribusikan vaksin sinovac ke pemerintah kota Palu dengan jumlah yang terbatas, disebabkan oleh distribusi vaksin sinovac bukan hanya diberikan kepada kota Palu saja melainkan kepada seluruh kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah.
“Cukup terbatas dari provinsi, paling banyak 300 vial saja (jatah 3 ribu orang), dua hari langsung habis,” kata dr. Husaema.
Untuk memastikan berapa sebenarnya jumlah vaksin sinovac yang diberikan langsung dari pemerintah pusat ke provinsi Sulawesi Tengah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Kepala Dinas Kesehatan dr. I Komang Adi Sujendra belum memberikan keterangan resmi atas hal tersebut.
Malah, lagi-lagi dr. I Komang, hanya mengatakan belum bisa ditemui, dengan sebab masih ada kegiatan yang perlu diselesaikan.
Padahal, upaya untuk mengetahui keterangan resmi dari kepala Dinas Kesehatan Sulteng tersebut, telah dilakukan dengan mendatangi langsung ruang kerjanya maupun melalui pesan Washapp selulernya.
“Nanti lihat saat saya kosong acara,” ujarnya.
“Belum siap saya, tadi (dua hari lalu-red) zoom meeting, sekarang saya masih lanjut acara lain,” singkatnya.(MRZ)

Komentar

News Feed