oleh

Warga Penyintas Masih Tempati Huntara Ponegoro

Palu, Indonesiakini.id – Pasca bencana alam gempa, likuifaksi dan tsunami 28 September 2018 yang melanda kota Palu lalu, warga kota Palu, sebagian dari korban bencana alam kini masih tinggal di Hunian Sementara (Huntara) Ponegoro, kelurahan Lere, kota Palu.
Umumnya, warga penyintas yang masih tinggal di Hunian Sementara (Huntara) Ponegoro merupakan warga kota Palu yang terdampak langsung oleh bencana alam gempa dan tsunami 28 September 2018, dan kini pula masih menunggu bangunan Hunian Tetap (Huntap) yang dibangun dari pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR untuk ditempati.
Salah seorang warga penyintas Huntara Ponegoro dan tidak mau disebutkan namanya untuk dikorankan, mengatakan, saat ini masih bertahan dan tinggal di Huntara Ponegoro karena masih menunggu janji-janji dari Pemerintah Kota Palu melalui Walikota Palu saat ini untuk menempati bangunan Hunian Tetap (Huntap) Talise maupun Tondo.
“Sebahagiaan dari kita masih menunggu kalau sudah jadi bangunan Huntap Talise, baru kita tinggal di sana,” ungkapnya kepada Indonesiakini.id saat ditemui langsung di lokasi Huntara kemarin, Senin (2/8).
“Cuman memang ada sebahagiaan warga yang lainnya dan masih menetap disini (Huntara Ponegoro), menunggu ganti rugi lahan dari pemerintah kota atau pemerintah terkait,” tambahnya.
Dia mengharapkan, Pemerintah Kota Palu serius dalam penanganan warga penyintas yang masih tinggal di tenda-tenda hunian sementara, agar kelayakan untuk memperoleh hunian tetap dan disesuaikan dengan lokasi mata pencahariaan masyarakat bisa secepatnya diakomodir oleh pemerintah kota Palu.
“Kami ini tidak bisa jauh dari laut karena profesi kami nelayan, semoga walikota Palu bisa berbuat banyak buat kami warga Lere yang terdampak dan kita harapkan dapat memberikan solusi yang secepatnya,”harapnya.
Sementara itu, Camat Palu Barat Kapau Bauwo, menjelaskan, bahwa pemilik lahan yang lahannya ditempati oleh warga penyintas Hunian Sementara Ponegoro, masih memberikan perpanjangan kontrak untuk lahannya tetap digunakan kepada warga penyintas.
Kemudian, soal warga penyintas yang masih tinggal di Huntara Ponegoro sendiri, sesuai dengan janji dari Walikota Palu beberapa waktu lalu bahwa Pemerintah Kota Palu bakal merelokasi warga penyintas tersebut, dan menempati Hunian Tetap setelah selesai dibangun oleh pihak PUPR.
“Saya sudah bicara dengan pemilik lahan, Insya Allah aman dan tidak ada masalah dengan pemilik lahan yang lahannya masih dipakai sama warga penyintas,” ujarnya.
“Mereka semua nanti sebelum lebaran idul fitri tahun depan sudah tidak lagi tinggal di Huntara. Sesuai dengan janji dari Walikota Palu, akan menempati Huntap Talise atau Huntap Tondo yang sedang dibangun oleh PUPR,” bebernya.
“Kita harapkan dan berdoa bersama, agar secepatnya pembangunan Huntap selesai dan mereka sudah bisa menempati Huntap di sana,” tutupnya.(MRZ)

Komentar

News Feed