oleh

Workshop Kick Off Program PKBI – YSTC Bersama Pemerintah Kota Palu Sukses Dilaksanakan

PALU, SULTENG – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) yang menjadi mitra lokal dari Yayasan Sayangi Tunas Cilik (YSTC) atau Save the Children, sukses melaksanakan Workshop Kick Off Program bersama Pemerintah Kota Palu di Kantor Dinas Sosial Sulteng pada Rabu lalu (3/1/2021).

Workshop yang dibuka Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra mewakili walikota Palu Drs. Hidayat, M.Si itu, dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan (DP3A) Kota Palu Irmayanti Petalolo, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palu Ambotuo, perwakilan dari Kementrian Agama Kota Palu, beberapa perwakilan dari Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Kelurahan dan stakeholder lainnya.

Direktur PKBI Sulteng, Yospina Liku La’bi, SE, MA dalam sambutannya mengatakan, workshop kick off program itu merupakan perkenal awal bahwa YSTC masih melanjutkan programnya di Kota Palu selama 10 bulan kedepan namun bermitra dengan lembaga lokal yang salah satunya adalah PKBI Sulteng.

“Program PKBI – YSTC selama 10 bulan kedepan, merupakan lanjutan dari program yang telah dilakukan YSTC pada fase sebelumnya. Pada fase kali ini, akan diliat kembali apakah yang telah dilakukan sebelumnya masih berjalan atau sudah tidak. Jika masih berjalan, apa yang bisa ditingkatkan dan jika sudah tidak berjalan maka akan kembali dibentuk lagi,” jelas Yospina saat menyampaikan sambutannya.

Dia menambahkan, program 10 bulan kedepan merupakan bentuk penguatan dari apa yang telah dilakukan sebelumnya. Jika masih ada yang kurang akan disempurnahkan dan jika ada yang belum jalan sama sekali akan diaktifkan kembali.

Olehnya kata Yospina, kehadiran para dinas terkait, camat dan lurah dalam workshop itu sangat penting karena program 10 bulan kedepan akan menyasar 6 kelurahan di 4 kecamatan yakni Kelurahan Panau di Kecamatan Tawaeli, Kelurahan Mamboro dan Mamboro Barat di Kecamatan Palu Utara, Kelurahan Petobo di Kecamatan Palu Selatan, dan Kelurahan Duyu dan Pengawu di Kecamatan Tatanga.

“Kami berhadap selama pelaksanaan program, dapat bersinerga dengan semia dinas dan pihak terkait, terutama sekali kepada lurah dan camat yang menjadi sasaran langsung program,” terangnya.

Kepala Dinas Sosial Sulteng, Drs. Ridwan Mumu, M.Si dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi – tingginya kepada PKBI – YSTC yang hingga kini, masih setia mendampingi para penyintas bencana 28 September 2018 lalu.

Ridwan Mumu mengaku, pemerintah baik provinsi maupun kabupaten/kota sangat bersukur dan berterima kasih kepada semua Non Governmental Organization (NGO) yang telah banyak membantu masyarakat Sulteng khususnya di Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) yang sangat terdampak atas terjadinya bencana pada 28 September 2018 lalu.

“Setiap NGO yang datang kepada saya, saya katakan saya tidak punya uang dan tidak punya apa – apa untuk membantu. Saya hanya punya punya niat dan kepedulian, sehingga saya selalu tekankan tiga hal yakni Koordinasi, Komunikasi dan Kolaborasi. Jika itu selalu dilakukan, maka apapun kendala yang kita alami pasti akan ada solusinya,” terang Ridwan Mumu.

Dia mengaku sangat bangga dengan PKBI Sulteng, karena hingga saat ini masih terus melakukan koordinasi, komunikasi dan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi yakni Dinas Sosial, serta Pemerintah Kabupaten Sigi dan Donggala.

“Saya katakan bahwa PKBI merupakan NGO yang hingga kini, masih terus menjalin komunikasi yang baik dengan Dinas Sosial sehingga semua masalah dan kendala dapat diselesaikan dengan baik,” tandasnya.

Sementara Walikota Palu dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkot Palu, Moh. Rifani, M.Si juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada PKBI dan YSTC serta semua pihak yang terlibat dalam program berklanjutan pada anak dan keluarga yang terdampak bancana di Kota Palu.

“Saya mengajak kepada kita semua untuk secara pro aktif dalam melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan program ini. Harapan kami kedepan semua pihak terus mendukung dan berkomitmen agar program kegiatan ini terus berkelanjutan,” ujar Walikota dalam sambutannya.

“Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih, semoga apa yang kita lakukan seluruhnya akan memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara sekaligus membangun semangat untuk terus berjuang demi kemanusiaan,” tambahnya.

Setelah membacakan sambutan Walikota Palu, Moh. Rifani, M.Si lalu membuka workshop kick off program itu.

Usai pembukaan, lalu dilanjutkan oleh pemeparan program oleh tenaga ahli (TA) program PKBI – YSTC, Tengku Rodha.

Dalam pemaparan itu disebutkan bahwa ada 4 program utama PKBI – YSTC dalam 10 bulan kedepan yakni Advocacy (Advokasi), Livelihood (Mata Pencaharian), Child Protection (Perlindungan Anak) dan Education (Pendidikan).

Adapun penerima manfaat program yakni guru, kelompok usaha, komite sekolah, forum anak, PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat) serta semua stakeholder terkait.

“Goal besar program ini yakni perubahan hidup yang berkelanjutan bagi kelompok anak-anak dan keluarga korban gempa bumi dan tsunami melalui melalui penyediaan akses layanan dasar yang berkelanjutan dan untuk partisipasi aktif dalam masa transisi menuju proses pembangunan,” tandas Tengku Rodha. FUL

Komentar

News Feed