Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Nusantara Power Selenggarakan Coastal Clean Up Serentak

Teks Foto : Melalui Coastal Clean Up Gorontalo yang dinisiasi PLN Nusantara Power yang bersinergi dengan berbagai instansi, berhasil terkumpul sampah seberat 91 ton. PLN Nusantara Power menargetkan membersihkan sampah melalui program serupa mencapai 155 ton di seluruh Indonesia. (foto:ist)

GORONTALO | PLN Nusantara Power bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada Rabu (5/6) dengan menyelenggarakan Coastal Clean Up (CCU) di Pantai Blue Marlin, Gorontalo. Acara ini merupakan salah satu program Nusantara Volunteering Program (NVP) yang diselenggarakan di 33 daerah sekitar unit pembangkit PLN NP di penjuru nusantara. Berbagai instansi turut terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan yang dilaksanakan sepanjang bulan Juni 2024, dengan proyeksi pengumpulan sampah mencapai 155 ton di seluruh Indonesia.

PLN Nusantara Power menggandeng Provinsi Gorontalo yang dihadiri langsung Pj. Gubernur Gorontalo Rudy Salahuddin, Anggota Komisi VIII DPR Republik Indonesia Idah Syahidah Rusli Habibie, Direktur Manajemen Human Capital & Administrasi Karyawan Aji, Sekda Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Gorontalo Faizal Lamakaraka, serta berkolaborasi dengan Tanggidaa Group, kelompok penggerak dan pemengaruh yang berfokus pada permasalahan sampah dan kebersihan lingkungan. Tanggidaa Group adalah komunitas binaan PLN Nusantara Power UPDK Gorontalo, sebuah komunitas bhakti sosial terbesar di Gorontalo.

Pj Gubernur Gorontalo Mohammad Rudy Salahuddin menyampaikan rasa terima kasih sekaligus bangganya terhadap suksesnya acara ini. Apresiasi juga disampaikan kepada PLN Nusantara Power selaku pihak yang menginisiasi acara yang memberikan dampak positif terhadap masyarakat dan juga lingkungan ini.

“Terima kasih saya sampaikan kepada PLN Nusantara Power yang telah menggandeng seluruh stakeholder untuk menggelar Coastal Clean Up hari ini dimana acara ini menjadi momen penting untuk menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran secara konsisten dalam memperbaiki lingkungan”, terang Mohammad Rudy Salahuddin.

NVP sendiri menjadi salah satu komitmen PLN NP terhadap tanggung jawab sosial Perusahaan dengan melibatkan seluruh karyawan pada kegiatan sukarela untuk menjawab kebutuhan dan solusi terhadap permasalah sosial maupun lingkungan. Baik Perusahaan, karyawan maupun masyarakat akan memetik manfaat dari kegiatan kesukarelaan ini.

Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah juga menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendorong pelestarian lingkungan, khususnya di area dimana unit pembangkit PLN NP beroperasi.

“Sebagai generation company terbesar di Asia Tenggara, tidak saja kami memproduksi listrik berkualitas bagi masyarakat Indonesia, namun kami juga bekomitmen melestarikan lingkungan salah satunya melalui CCU hari ini yang menjadi bagian dari program perusahaan Nusantara Volunteering Program”, ujar Ruly.

PLN NP saat ini memiliki 4.842 orang pegawai dengan berbagai kompetensi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung capaian SDGs melalui berbagai kegiatan sukarela di tengah masyarakat. NVP mendukung pengoptimalan potensi tersebut dengan aktif mendorong pegawai agar terjun dalam berbagai aktifitas kesukarelaan di tengah masyarakat.

“Kami bangga, acara hari ini mampu menggerakkan lebih dari 1.000 orang untuk bersama-sama melakukan giat bersih pantai di Gorontalo. Berbagai elemen turut terlibat, meliputi Pemprov Gorontalo, Forkopimda, para komunitas penggiat lingkungan, mahasiswa, berbagai instansi di Kota Gorontalo, Karang Taruna hingga ibu PKK. Hal ini menjadi motivasi dan inspirasi untuk acara serupa di tempat lainnya. Sepanjang bulan Juni ini, seluruh relawan PLN Nusantara Power akan terus bergerak untuk menggiatkan coastal clean up di seluruh penjuru nusantara”, tambah Ruly.

Aktivitas CCU Gorontalo ini di dalamnya terdapat pengumpulan sampah, pemilahan sampah, penimbangan sampah (langsung dihitung), serta stand pameran barang jadi hasil pengelolaan sampah. Jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan dan dibersihkan mencapai 91 ton, dimana pembersihan tidak hanya dilakukan di daratan, namun juga dilakukan di area laut dibantu oleh TNI AL dan nelayan di lingkungan Pantai Blue Merlin.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia diselenggarakan setiap tanggal 5 Juni setiap tahunnya. Peringatan ini dimulai ketika Majelis Umum PBB tahun 1972 menetapkan 5 Juni sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada saat Konferensi Stockholm.

 

(nugi)