Daerah  

Ikuti Ajaran Sang Buddha, Peserta Buddhis Camp Laksanakan Tradisi Pindapatta

BANGKA – Pindapatta merupakan sebuah tradisi umat Buddha yang telah dilakukan sejak zaman kehidupan Sang Buddha dan masih terus berlangsung sampai saat ini.

Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada umat Buddha untuk membantu dan menyokong kehidupan para Bhikkhu Sangha dan Samanera.

Sejumlah 60 orang siswa dan siswi beragama Buddha yang ikut kegiatan Buddhis Camp di Bukit Sakbuk, Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, melakukan tradisi Pindapatta pada Sabtu siang (21/12/2024)

Menurut Bhikkhu Ade Ratano, tradisi Pindapatta atau biasa disebut juga pindacara adalah sebuah tradisi dalam agama Buddha yang tujuannya adalah mengajarkan kepada umat agar memiliki sifat dermawan dan mau berbagi.

“Sehubungan dengan adanya acara Buddhis Camp untuk anak – anak SMP se Babel, kami mengadakan tradisi Pindapatta. Tradisi ini bisa dilaksanakan kapan saja. Dalam sebuah negara mayoritas Buddha seperti Thailand, Burma, dan Srilangka, kami para Bhikkhu setiap hari dari rumah kerumah mengumpulkan dana makanan. Umat dengan penuh keyakinan memberikan makanan sebagai wujud dari pemberian/sedekah,” katanya.

Dalam kegiatan Pindapatta di Bukit Sakbuk ini, terlihat anak anak yang akan memberikan dana makanan berjejer rapi dan tertib. Kemudian Bhikkhu Sangha keluar dan berjalan untuk selanjutnya umat memberikan dana makanan yang kemudian dimasukkan kedalam patta (mangkuk makanan Bhikkhu)

Selesai acara Pindapatta, Bhikkhu Ade Ratano berpesan kepada seluruh umat Buddha khususnya di Babel untuk bisa hidup dan meneladani ajaran Sang Buddha Gautama. Hidup harus berdampingan dan toleransi beragama harus dijunjung tinggi.

“Kepada seluruh pemeluk agama Buddha terkhusus di Babel ini, saya mengajak tentunya agar kita kembali keajaran Buddha. Tuntunan Buddha sangat sederhana antara lain jangan berbuat jahat, berbuat yang bajik, membersihkan hati, pikiran yang bersih, hati jadi bersih dan perbuatan kita jadi bersih,” ujar Bhikkhu Ade Ratano.