TEGAL | PT Pelindo (Persero) Kawasan Tegal bergerak cepat menangani kebakaran kapal nelayan di area Pelabuhan Tegal. Langkah ini diambil untuk memastikan insiden tidak mengganggu operasional pelabuhan serta pelayanan di Pelindo Regional 3.
Manajer Pelabuhan Kawasan Tegal, Tri Sugiyatno, menyatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk KSOP Kelas IV Tegal, TNI AL, Polres Tegal Kota, Pemadam Kebakaran Kota Tegal, serta unsur maritim lainnya untuk mempercepat proses pemadaman.
“Kami langsung bergerak cepat untuk memadamkan api dan berkoordinasi agar evakuasi bangkai kapal dapat segera dilakukan tanpa mengganggu alur pelabuhan,” ungkapnya.
Kapolres Tegal Kota, AKBP Rully Thomas, menjelaskan bahwa sebagian besar kapal sudah berhasil dipadamkan. Namun, satu kapal yang masih terbakar di tengah lokasi kejadian menjadi tantangan karena masih berisi bahan bakar minyak (BBM).
“Kami terus memadamkan api hingga BBM habis dan mendinginkan kapal yang sudah padam agar percikan api tidak menyebabkan kebakaran baru,” jelasnya.
Ia juga memastikan koordinasi dengan BIDLABDOR Kapolda Jateng untuk menyelidiki penyebab kebakaran.
Sementara itu, Letkol Laut (P) Adi Surono menyoroti perlunya peningkatan pengawasan di area pelabuhan.
“Kami selalu mengimbau pemilik kapal untuk menempatkan ABK di kapal. Sayangnya, banyak kapal yang ditinggal begitu saja, mempersulit pengawasan dan pencegahan kebakaran. Fokus kami sekarang adalah membuka alur pelabuhan yang terganggu,” ujarnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, diperkirakan sekitar 22 unit kapal nelayan terbakar, sementara jumlah kerugian masih dihitung.
Dengan bantuan dua unit water cannon dari Polres Tegal Kota dan dukungan berbagai unsur maritim, proses pemadaman berhasil dilakukan dengan cepat, mencegah kebakaran merembet ke kapal lain.
Hingga kini, Pelindo Kawasan Tegal bersama tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman dan evakuasi untuk memulihkan kondisi pelabuhan.






