Daerah  

Pelindo Tegal Tanggap Darurat, Cegah Kebakaran Meluas ke Kapal Nelayan

TEGAL – PT Pelindo (Persero) Regional 3 Pelabuhan Kawasan Tegal bergerak cepat dalam menangani kebakaran yang melanda area Dermaga Pelra I, Senin (tanggal kejadian belum disebutkan). Sebanyak 16 unit sepeda motor terbakar dalam insiden yang nyaris merembet ke kapal-kapal nelayan yang sedang bersandar.

Manager Pelabuhan Kawasan Tegal, Tri Sugiyatno, mengatakan bahwa sesaat setelah kebakaran terjadi, pihaknya langsung berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, seperti KSOP Kelas IV Tegal, TNI AL, Polres Tegal Kota, Kapolres SKP Tegal, serta Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tegal.

“Tujuan utama kami adalah memastikan api tidak menyebar ke kapal-kapal yang sedang sandar di kolam pelabuhan. Karena itu, kami bergerak cepat melakukan pemadaman bersama tim gabungan,” ujar Tri di lokasi kejadian.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 14.00 WIB saat sedang berlangsung pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar ke salah satu kapal menggunakan truk tangki milik PT Danendra.

Proses pemindahan BBM menggunakan mesin alkon (diesel) mengalami gangguan saat selang alkon terlepas, menyebabkan tumpahan solar ke unit penampung (pinguin).

Tumpahan solar yang mengenai mesin langsung memicu api, membakar dua unit pinguin dan dengan cepat menjalar ke motor-motor yang terparkir di sekitar lokasi.

Petugas Pelindo segera menggunakan alat pemadam kebakaran portabel, dibantu oleh tiga unit mobil pemadam dari Damkar Kota Tegal. Api berhasil dipadamkan sebelum menjalar lebih luas.

Tri Sugiyatno menambahkan bahwa pihaknya terus menghimbau seluruh stakeholder maritim—termasuk pemilik kapal, agen BBM, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), dan Paguyuban Nelayan Kota Tegal (PNKT)—untuk selalu mengutamakan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Kami ingatkan pentingnya menyediakan APAR, melarang kapal sandar tanpa penjaga, tidak mencemari laut, tidak memperbaiki kapal di kolam pelabuhan, dan melarang aktivitas pengelasan sembarangan,” tegasnya.

Dalam peristiwa tersebut, tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian material mencakup 16 unit sepeda motor dan 2 unit fender karet yang ikut terbakar.

Pelindo berharap kejadian ini menjadi pengingat pentingnya sinergi seluruh elemen maritim dalam menjaga keamanan dan keselamatan di lingkungan pelabuhan.