LDII Jatim Ajak 35 Pengusaha Muda Belajar Bisnis Modern di PT Brigit Biofarmaka

Teks Foto: PT Brigit Biofarmaka membuka peluang berkolaborasi dengan pengusaha muda LDII. (Humas LDII Jatim)

SUKOHARJO – Biro Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat (EPM) DPW LDII Jawa Timur mengajak sekitar 35 pengusaha muda melakukan kunjungan industri ke PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk di Sukoharjo, Sabtu (26/10). Kegiatan ini menjadi ajang pembelajaran langsung bagi para peserta untuk memahami proses bisnis modern berbasis teknologi dan keberlanjutan.

Ketua DPW LDII Jawa Timur, Moch. Amrodji Konawi, yang memimpin rombongan, menyatakan bahwa kunjungan tersebut dirancang untuk membuka wawasan para pengusaha muda dalam melihat peluang usaha yang berkembang di era industri berbasis inovasi.

“Para peserta bisa melihat langsung proses produksi dan pengolahan bahan herbal hingga strategi pemasaran berbasis teknologi yang diterapkan perusahaan. Dari sini mereka belajar bagaimana bisnis dapat tumbuh dengan tetap menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujarnya dalam siaran persnya, (13/11/25) Kamis.

Amrodji menilai potensi ekonomi umat di Indonesia sangat besar, namun masih terpencar dan belum terhubung secara optimal. Karena itu, LDII berkomitmen membangun sinergi antarpelaku ekonomi umat agar berkembang bersama.

“Ada yang punya modal tapi belum punya keterampilan, ada yang bisa memproduksi tapi kekurangan modal, dan ada yang pandai memasarkan tapi belum punya produk. Potensi-potensi ini akan kami sinergikan agar semuanya bisa berkembang bersama,” tegasnya.

Ia menambahkan, langkah ini diharapkan membentuk ekosistem ekonomi umat yang saling mendukung, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi. Selain menumbuhkan jiwa wirausaha, kegiatan ini selaras dengan visi LDII mewujudkan kemandirian ekonomi dalam 8 Program LDII untuk Bangsa.

Sementara itu, Direktur Utama PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk, Is Heriyanto, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi sarana memperkenalkan proses bisnis perusahaannya sekaligus menjajaki peluang kolaborasi dengan para pengusaha muda LDII Jawa Timur.

“Melalui pertemuan seperti ini, kami bisa mengenalkan produk dan peluang kerja sama kepada para pengusaha, khususnya dari LDII. Harapannya, ke depan terjalin kolaborasi dalam pengembangan berbagai produk, terutama kebutuhan rumah tangga,” ujar Is Heriyanto.

Ia menambahkan, meski pasar nasional masih didominasi pemain besar, produk lokal memiliki potensi besar untuk berkembang. “Saya yakin produk lokal kita bisa kompetitif, baik dari sisi kualitas maupun harga. Harapannya, para pengusaha LDII dapat mengembangkan dan memasarkan produk bersama secara luas,” katanya.

Is juga memaparkan perjalanan perusahaan yang berdiri tahun 2015 dengan fokus memproduksi produk berbasis mikroalga. Salah satu produk awalnya adalah Neo Algae (kini Neo Algae Daily). Brigit membudidayakan mikroalga secara mandiri di Klaten dan Sukoharjo, serta mulai menyediakan layanan maklon sejak 2018 untuk herbal, kosmetik, dan minuman serbuk.

Kunjungan ini tidak hanya mempererat hubungan antara organisasi keagamaan dan dunia usaha, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda LDII untuk menapaki dunia kewirausahaan berbasis inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan.