Banjir Pasuruan: 10 Desa Terendam Akibat Hujan Hulu

Banjir Kiriman Landa 10 Desa di Pasuruan, Ribuan Warga Terdampak

Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu pada Sabtu malam, 17 Januari 2026, memicu banjir kiriman yang melanda 10 desa di tiga kecamatan di Kabupaten Pasuruan. Ketiga kecamatan yang terdampak adalah Nguling, Winongan, dan Grati. Genangan air dilaporkan merendam perkampungan warga dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 10 sentimeter hingga mencapai 70 sentimeter di beberapa titik terdalam.

Kejadian ini menyebabkan aktivitas warga terganggu dan menimbulkan kekhawatiran, meskipun tidak ada laporan korban jiwa. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan telah bergerak cepat untuk memantau situasi dan bersiaga penuh jika dibutuhkan bantuan evakuasi.

Dampak Banjir di Kecamatan Nguling

Kecamatan Nguling menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak banjir kiriman ini. Tiga desa dilaporkan tergenang air, yaitu Desa Nguling, Desa Mlaten, dan Desa Penunggul.

  • Desa Nguling:

    • Dusun Pandean: Ketinggian air mencapai 15-20 sentimeter.
    • Dusun Gunungan: Ketinggian air berkisar antara 10-20 sentimeter.
    • Dusun Krajan: Genangan air setinggi 20-30 sentimeter.
    • Dusun Pasar: Ketinggian air juga dilaporkan mencapai 20-30 sentimeter.
  • Desa Mlaten:

    • Dusun Krajan: Ketinggian air relatif rendah, sekitar 10 sentimeter.
  • Desa Penunggul:

    • Dusun Sawahan: Ketinggian air mencapai 10 sentimeter.
    • Dusun Pesisir: Merupakan titik terdalam di desa ini, dengan ketinggian air mencapai 50-80 sentimeter. Lokasi dusun ini yang berdekatan dengan pantai menjadi salah satu faktor risiko tingginya genangan.

Banjir Susulan di Kecamatan Winongan

Selanjutnya, Kecamatan Winongan juga tidak luput dari terjangan banjir kiriman. Empat desa di kecamatan ini dilaporkan terdampak, yaitu Desa Bandaran, Desa Winongan Lor, Desa Winongan Kidul, dan Desa Prodo.

  • Desa Bandaran:

    • Genangan air melanda lima dusun dengan ketinggian air berkisar antara 30 hingga 60 sentimeter. Kelima dusun yang terendam adalah Dusun Bandaran Lor, Mayangbang, Karang Tanjung, Dusun Karang Makam, Talang Kulon, dan Gambiran.
  • Desa Winongan Lor:

    • Dua dusun terdampak banjir, yaitu Dusun Tokwiro dengan ketinggian air 30 sentimeter dan Dusun Karangsono dengan ketinggian air 10 sentimeter.
  • Desa Winongan Kidul:

    • Dusun Cokrpaten tergenang air setinggi 20 sentimeter.
    • Dusun Serambi mengalami genangan air setinggi 15 sentimeter.

Wilayah Terdampak di Kecamatan Grati

Kecamatan Grati menjadi kecamatan ketiga yang melaporkan adanya genangan air akibat banjir kiriman. Tiga desa di kecamatan ini terdampak, yakni Desa Kedawung Kulon, Desa Kedawung Wetan, dan Desa Kalipang. Ketinggian air di wilayah ini bervariasi, namun secara umum belum dilaporkan mencapai tingkat keparahan seperti di beberapa titik di Kecamatan Nguling.

Penyebab Banjir Kiriman

Banjir yang melanda 10 desa di tiga kecamatan ini merupakan konsekuensi langsung dari tingginya intensitas hujan yang terjadi di wilayah hulu, khususnya di Kecamatan Lumbang. Curah hujan yang sangat tinggi di daerah pegunungan menyebabkan volume air di sungai meningkat drastis.

Selain itu, hujan lebat yang juga terjadi di wilayah dataran rendah, termasuk Kecamatan Nguling, Grati, dan Winongan, turut memperparah kondisi. Kapasitas sungai yang tidak mampu menampung luapan air menyebabkan sungai-sungai tersebut meluber dan merendam permukiman warga. Fenomena ini menegaskan kerentanan wilayah dataran rendah terhadap dampak perubahan pola cuaca ekstrem, terutama ketika terjadi bersamaan dengan peningkatan debit air dari hulu.

Respons dan Kesiapsiagaan BPBD

Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa akibat banjir tersebut. Pihaknya terus memantau perkembangan situasi di lapangan.

“Petugas masih tetap bersiaga namun jika diperlukan bantuan evakuasi, kami siap untuk membantunya,” tegas Sugeng Hariyadi.

Kesiapsiagaan ini mencakup pemantauan ketinggian air, koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan, serta persiapan logistik jika diperlukan untuk penanganan pengungsi atau bantuan darurat lainnya. Pihak BPBD juga mengimbau masyarakat yang berada di daerah rawan banjir untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika terjadi kondisi yang membahayakan. Upaya mitigasi jangka panjang, seperti normalisasi sungai dan pembangunan tanggul, diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *