Daerah  

Jalur Mudik Arteri Selatan Jabar: Dirlantas Pastikan Kesiapan Infrastruktur

Kesiapan Arus Mudik Lebaran 1447 H: Polda Jabar Cek Jalur Arteri Selatan

Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat secara intensif melakukan pengecekan terhadap jalur arteri selatan. Langkah ini merupakan bagian krusial dari persiapan Operasi Ketupat Lodaya 2026, yang dirancang untuk menjamin kelancaran, keamanan, dan keselamatan masyarakat selama periode arus mudik dan balik Lebaran.

Pengecekan jalur yang sangat vital ini dipimpin langsung oleh Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jabar, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Raydian Kokrosono. Kehadiran pimpinan tertinggi dalam peninjauan ini menunjukkan betapa pentingnya kesiapan infrastruktur dan kondisi lalu lintas di jalur-jalur yang akan dilalui oleh jutaan pemudik.

Memastikan Kesiapan Infrastruktur dan Lalu Lintas

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menjelaskan bahwa tujuan utama dari pengecekan ini adalah untuk memastikan kesiapan segala aspek, mulai dari infrastruktur jalan hingga kondisi lalu lintas yang akan dihadapi oleh para pemudik. Jalur arteri selatan sendiri memegang peranan penting sebagai salah satu urat nadi transportasi yang menghubungkan wilayah Jawa Barat bagian selatan. Jalur ini kerap menjadi alternatif favorit bagi para pemudik yang ingin menghindari kepadatan di jalur utama.

“Jalur arteri Selatan itu kan salahsatu jalur vital yang menghubungkan wilayah Jabar bagian Selatan dan sering digunakan pemudik sebagai alternatif jalur utama,” ujar Kombes Pol Hendra Rochmawan, Minggu (18/1/2026) saat dihubungi.

Titik Rawan Menjadi Fokus Peninjauan

Dalam peninjauan yang dilakukan, Dirlantas Polda Jabar secara spesifik meninjau sejumlah titik yang diidentifikasi sebagai area rawan kemacetan dan potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas. Peninjauan ini mencakup bentangan jalur yang cukup luas, mulai dari Cileunyi, Cikaledong, Limbangan, Kadungora, hingga Jalur Gentong yang berada di wilayah Tasikmalaya. Setiap titik ini memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri yang memerlukan perhatian khusus.

Evaluasi yang dilakukan meliputi berbagai aspek penting, antara lain:

  • Kondisi Jalan: Penilaian terhadap kualitas permukaan jalan, keberadaan lubang, keretakan, atau kerusakan lain yang dapat membahayakan pengendara.
  • Kelengkapan Rambu Lalu Lintas: Memastikan semua rambu lalu lintas terpasang dengan baik, jelas, dan mudah terlihat oleh pengendara, termasuk rambu peringatan dan petunjuk arah.
  • Penerangan Jalan: Mengecek ketersediaan dan fungsi penerangan jalan di sepanjang jalur, terutama di area yang minim penerangan alami, guna meningkatkan visibilitas di malam hari.
  • Potensi Hambatan: Mengidentifikasi potensi hambatan yang dapat mengganggu kelancaran arus kendaraan, seperti pasar tumpah, area konstruksi, atau titik-titik penyempitan jalan.

Upaya Preventif untuk Kelancaran dan Keamanan

Kombes Pol Raydian Kokrosono menekankan bahwa pengecekan ini merupakan bagian dari upaya preventif yang dilakukan oleh Polda Jabar. Tujuannya adalah untuk menjamin kelancaran, keamanan, dan keselamatan seluruh masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik maupun arus balik pada Lebaran 2026. Dengan melakukan identifikasi dini terhadap potensi masalah, diharapkan semua kendala dapat diatasi sebelum lonjakan arus kendaraan terjadi.

Operasi Ketupat Lodaya 2026 merupakan operasi kepolisian terpusat yang rutin dilaksanakan setiap tahun menjelang Hari Raya Idulfitri. Fokus utama operasi ini adalah pengaturan lalu lintas, pengamanan jalur mudik, serta pemberian pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Melalui pengecekan yang dilakukan jauh-jauh hari, diharapkan seluruh jajaran terkait dapat mempersiapkan strategi rekayasa lalu lintas yang matang. Hal ini termasuk antisipasi terhadap lonjakan volume kendaraan yang diprediksi akan terjadi di jalur arteri Selatan Jawa Barat. Kesiapan ini menjadi kunci untuk menghadapi tantangan arus mudik yang selalu meningkat setiap tahunnya.

Dengan demikian, masyarakat dapat menjalankan ibadah Idulfitri dengan tenang dan kembali ke kampung halaman dengan selamat. Koordinasi yang baik antara kepolisian, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya akan menjadi faktor penentu keberhasilan Operasi Ketupat Lodaya 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *