Profil Capt Andy Dahananto: Kronologi Hilangnya ATR 42-500 di Maros

Sosok Kapten Andy Dahananto: Pilot Berpengalaman yang Kini Menjadi Sorotan

Kabar hilangnya kontak pesawat ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport di wilayah Leang-Leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu, 17 Januari 2026, secara otomatis menempatkan sosok pilotnya, Kapten Andy Dahananto, menjadi pusat perhatian. Pengalaman puluhan tahun di industri penerbangan nasional menjadi latar belakang yang semakin mempertebal rasa penasaran publik terhadap insiden ini.

Kapten Andy Dahananto bukanlah nama baru di jagat penerbangan Indonesia. Riwayat pendidikannya dimulai dari Juanda Flying School angkatan tahun 1987, dan ia mulai meniti karier sebagai Pilot Fix Wing pada tahun 1988. Dedikasi dan jam terbang yang panjang telah mengantarkannya pada posisi strategis dalam struktur maskapai. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa sejak Juni 2019, Kapten Andy Dahananto telah mengemban tugas sebagai Direktur Operasi di Indonesia Air Transport. Dalam penerbangan nahas yang menghubungkan Yogyakarta dan Makassar tersebut, ia memegang kendali sebagai pilot in command, memimpin jalannya operasional pesawat.

Kronologi Hilangnya Kontak Pesawat PK-THT

Pesawat dengan nomor registrasi PK-THT ini membawa total 11 orang di dalamnya, terdiri dari 2 pilot, 6 awak kabin, dan 3 penumpang. Kontak terakhir dengan pesawat tercatat pada pukul 13.17 Waktu Indonesia Tengah (Wita), ketika pesawat tengah dalam tahap akhir pendekatan menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Menurut keterangan dari Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, pesawat dilaporkan mengalami penyimpangan dari jalur pendaratan yang seharusnya. “Dalam proses pendekatan ke landasan pacu RWY 21, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga ATC memberikan arahan koreksi posisi,” ungkap Lukman.

Pihak Air Traffic Controller (ATC) Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) telah memberikan instruksi lanjutan untuk memperbaiki posisi pesawat. Namun, tidak ada respons balik yang diterima dari awak pesawat. “Namun setelah penyampaian arahan terakhir, komunikasi dengan pesawat terputus dan dinyatakan loss contact,” jelas Lukman, mengonfirmasi terputusnya komunikasi.

Titik Terang: Temuan Serpihan dan Indikasi Lokasi Jatuh

Upaya pencarian yang melibatkan tim SAR gabungan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mulai menunjukkan hasil, meskipun dihadapkan pada tantangan cuaca buruk dan medan pegunungan kapur yang terjal.

Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, memberikan konfirmasi mengenai adanya pantauan udara yang mengarah pada indikasi lokasi kecelakaan. “Tadi sepertinya sudah bisa memonitor bahwa di daerah Gunung kecamatan Leang-Leang, Kabupaten Maros itu sudah melihat adanya api,” ujar Mayjen TNI Bangun Nawoko.

Laporan ini diperkuat oleh kesaksian dari masyarakat sekitar yang mengaku mendengar suara dentuman keras. Selain itu, rekaman dari para pendaki yang tengah berada di kaki Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, juga turut menemukan serpihan pesawat yang terbakar, memperkuat dugaan bahwa pesawat telah mengalami kecelakaan di area tersebut.

Daftar Manifes Penerbangan PK-THT

Berikut adalah daftar lengkap kru pesawat dan penumpang yang berada di dalam penerbangan PK-THT:

  • Kru Pesawat:

    • Pilot: Kapten Andy Dahananto
    • Kopilot: First Officer Yudha Mahardika
    • Awak Kabin:
      • Sukardi
      • Hariadi
      • Franky D. Tanamal
      • Junaidi
      • Florencia Lolita
      • Esther Aprilita S.
  • Penumpang:

    • Deden
    • Feri
    • Yoga

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus berjuang untuk mencapai titik koordinat yang diduga kuat sebagai lokasi jatuhnya pesawat. Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menekankan betapa beratnya medan yang harus ditempuh oleh tim pencari. “Medannya cukup berat, kawasan pegunungan, estimasi waktu tempuh sekitar dua hingga tiga jam dari posko,” ungkapnya pada Sabtu sore, menggambarkan tantangan geografis yang dihadapi dalam operasi penyelamatan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *