Batam – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) memperkenalkan inovasi baru dalam pelayanan kepolisian dengan menggunakan mobil listrik untuk patroli. Mobil ini digunakan khusus oleh polisi wanita (Polwan) dalam menjalankan tugasnya secara dialogis dan humanis.
Mobil listrik yang digunakan setiap hari oleh Polwan ini bertujuan untuk mendekatkan diri dengan masyarakat di berbagai lokasi aktivitas, seperti sekolah, kampus, pusat olahraga, taman, dan komunitas. Tujuannya adalah memberikan layanan kepolisian yang lebih dekat dan ramah kepada warga.
Direktur Samapta Polda Kepri, Kombes Pol. Joko Adi Nugroho, menjelaskan bahwa ada dua unit mobil listrik BYD Atto 1 yang diberikan Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin kepada Ditsamapta. Mobil-mobil ini merupakan hibah dari PT PLN Batam sebanyak empat unit. Hibah ini diberikan untuk mendukung operasional kepolisian dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Joko, Patroli Polwan Samapta ini merupakan implementasi dari instruksi Kapolda Kepri agar seluruh jajaran mengedepankan pendekatan soft approach. Pendekatan ini menekankan kepolisian yang humanis, melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat.
Untuk menjalankan instruksi tersebut, Ditsamapta Polda Kepri mengerahkan satu regu Polwan yang terdiri dari 10 orang. Mereka melakukan patroli harian dengan fokus pada masyarakat umum, terutama kelompok yang membutuhkan pendekatan secara humanis.
Joko menjelaskan bahwa patroli ini tidak ditujukan untuk daerah rawan kejahatan atau kamtibmas. Fokus utamanya adalah pada kegiatan kemasyarakatan lainnya, dengan pendekatan yang lebih lembut dan dialogis.
Untuk patroli di tempat-tempat rawan, sudah dilakukan oleh Polki, yaitu Patroli Perintis Presisi menggunakan kendaraan roda dua dan Patroli Kota Presisi menggunakan kendaraan roda empat.
Joko menekankan bahwa Patroli Polwan Samapta Polda Kepri berfokus pada komunikasi efektif, edukasi, penyuluhan, sosialisasi, kolaborasi, dan kemitraan dengan masyarakat. Dalam patroli ini, Polwan memberikan layanan kepolisian yang humanis, dengan prioritas pada pelayanan, perlindungan, dan pengayoman.
“Yang paling penting adalah kami siap menolong masyarakat, siap untuk terlihat dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Penggunaan mobil listrik oleh institusi Polri juga bertujuan untuk mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi polusi udara. Mabes Polri telah mengoptimalkan penggunaan mobil listrik sebagai kendaraan operasional patroli sejak pengamanan KTT G20 dan KTT ASEAN yang berlangsung pada 2022.
Keuntungan Penggunaan Mobil Listrik dalam Patroli
Ramah Lingkungan
Mobil listrik tidak menghasilkan emisi karbon, sehingga membantu mengurangi polusi udara dan menjaga lingkungan.Efisiensi Biaya
Penggunaan energi listrik lebih hemat dibandingkan bahan bakar konvensional, sehingga mengurangi biaya operasional.Kenyamanan dan Keheningan
Mobil listrik berjalan lebih halus dan diam, sehingga cocok digunakan dalam patroli yang bersifat dialogis dan humanis.Inovasi dalam Layanan Kepolisian
Penggunaan mobil listrik menjadi salah satu bentuk inovasi yang menunjukkan kemajuan teknologi dalam dunia kepolisian.
Tantangan dan Persiapan
Pemeliharaan dan Pelatihan
Personel yang menggunakan mobil listrik perlu dilatih agar dapat mengoperasikan kendaraan dengan baik dan memahami sistem pengisian daya.Infrastruktur Pendukung
Diperlukan stasiun pengisian daya yang memadai agar mobil listrik dapat beroperasi secara optimal.Keterlibatan Masyarakat
Masyarakat perlu diajarkan untuk memahami dan mendukung penggunaan mobil listrik dalam kepolisian.
Masa Depan Patroli Kepolisian
Penggunaan mobil listrik dalam patroli kepolisian menandai langkah maju dalam transformasi sistem kepolisian. Hal ini mencerminkan komitmen institusi untuk menjalankan tugas dengan cara yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan.
Dengan terus berkembangnya teknologi, diharapkan kepolisian dapat semakin dekat dengan masyarakat, memberikan layanan yang lebih baik, dan menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi semua pihak.






