Daerah  

Penjelasan Van Dijk usai bikin blunder kocak: Itu gara-gara angin

Virgil van Dijk memberi penjelasan soal kesalahannya yang membuat Liverpool dikalahkan Bournemouth.

Liverpool gagal membawa pulang poin dari markas Bournemouth pada matchday ke-23 Liga Inggris 2025-2026.

Mentas di Vitality Stadium, Sabtu (24/1/2026) atau Minggu dini hari WIB, The Reds terpaksa mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 2-3.

Liverpool ketinggalan dua lebih dulu usai dibobol Evanilson dan Alejandro Jimenez.

Sebelum turun minum, Virgil van Dijk membuka asa bagi Liverpool dengan mencetak gol sundulan dari situasi sepak pojok.

Masuk menit ke-80, Dominik Szoboslai mengahdirkan gol penyama kedudukan.

Dia menjebol gawang musuh lewat situasi tendangan bebas.

Saat hasil seri berada di depan mata, Adli menghancurkan Liverpool lewat golnya pada masa injury time.

Bagi Van Dijk, meski menyumbang gol, dirinya menorehkan ‘dosa’ akibat sebuah kesalahan.

Bintang timnas Belanda itu melakukan blunder kocak sehingga berujung gol pertama buat Bournemouth.

Dikatakan kocak karena kejadiannya seperti sebuah adegan film komedi.

Awalnya Van Dijk mengangkat kaki dengan maksud mengintersep bola yang mengarah ke Alex Scott.

Namun, kaki dia gagal mengenai si kulit bulat.

Setelah Van Dijk ‘menendang angin’, Scott mencolong kesempatan untuk mengoper ke Evanilson dan terjadilah gol.

“Gol pertama, menurut saya bola sangat susah diprediksi dalam situasi seperti itu, angin sangat menyulitkan,” kata Van Dijk menjelaskan soal blundernya, seperti dikutip dari laman resmi Liverpool.

“Saya rasa Anda bisa melihatnya, terutama ketika kami memainkan bola-bola panjang di sisi mereka, sangat sulit untuk memprediksi arah bola.”

“Jadi, kebobolan bukanlah masalah karena menurut saya kami mengontrol permainan dengan cukup baik.”

“Kemudian, saat kami bermain dengan 10 pemain, Anda bisa berpendapat bahwa mungkin kami harus menendang bola keluar atau tidak, tapi kebobolan dua gol dalam waktu singkat jelas tidak baik sama sekali,” tutur dia.

Van Dijk juga menyinggung betapa penting golnya ke gawang Bournemouth untuk membangkitkan semangat pasukan Liverpool.

“Menurut saya gol yang saya cetak sebelum jeda sangat penting dalam hal mendapatkan momentum dan semangat untuk babak kedua,” ucap sosok berusia 34 tahun itu.

“Saya rasa kami menunjukkan di babak kedua bahwa kami bekerja sangat keras untuk kembali ke permainan dengan tendangan bebas yang bagus.”

“Saya rasa kami juga memiliki beberapa peluang bagus, tetapi pada akhirnya lemparan ke dalam merugikan kami,” pungkas Van Dijk.

Bournemouth sendiri merupakan salah satu tim dengan pertahanan terburuk pada Premier League musim ini.

Armada berjulukan The Cherries mengalami 43 kebobolan dalam 23 partai.

Hanya ada dua klub yang memiliki jumlah kemasukan gol lebih banyak dari Bournemouth yakni West Ham United (45) dan Burnley (44).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *