SURABAYA – Format seminar bisnis konvensional mulai bergeser. Tidak lagi kaku dan penuh slide presentasi, diskusi bisnis kini dikemas lebih visual, imersif, dan relevan dengan dinamika industri digital. Fenomena ini terlihat dalam gelaran #GetTheAIDIA, sebuah modern conceptual business talk yang diselenggarakan AIDIA Creative (PT AIDIA Kreasi Digital) di Kowloon Crave & Groove, Surabaya.
Mengusung konsep full LED experience dengan nuansa futuristik dan cyberpunk, #GetTheAIDIA menghadirkan diskusi seputar masa depan media sosial, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), serta strategi bisnis modern yang aplikatif. Acara ini digelar dalam rangka 5th Anniversary AIDIA Creative, sekaligus menjadi momentum kick off perusahaan menuju 2026.
Berbeda dari seminar bisnis pada umumnya, #GetTheAIDIA dirancang sebagai pengalaman satu malam yang memadukan edukasi, insight praktis, networking, dan experience visual. Berbagai topik dibahas, mulai dari Social Media Landscape 2026, digital dan offline marketing, marketplace, hingga peran AI sebagai alat peningkat efisiensi di dunia bisnis dan industri kreatif.
Seluruh sesi disampaikan oleh praktisi dan pelaku usaha, sehingga pembahasan tidak berhenti pada teori, melainkan berbasis pengalaman nyata di lapangan.
Founder AIDIA Creative, Aldo Adela, menyampaikan bahwa #GetTheAIDIA merepresentasikan arah baru diskusi bisnis yang lebih kontekstual dengan perubahan industri. Menurutnya, acara ini menjadi refleksi bagaimana media sosial dan AI tidak lagi sekadar tools pendukung, melainkan sudah menjadi fondasi dalam pengambilan keputusan bisnis.
“#GetTheAIDIA adalah business talk yang dikemas lebih fun, visual, dan relevan dengan masa depan. Ini sejalan dengan realitas industri yang bergerak sangat cepat, khususnya di ranah media sosial dan AI,” ujarnya, (29/01/26) Kamis.
Sementara itu, Pamela Felita, Co-Founder sekaligus Creative Director AIDIA Creative, menyoroti perubahan besar fungsi media sosial memasuki 2026. Media sosial, menurutnya, telah bertransformasi menjadi media utama tempat orang mencari hiburan, informasi, rekomendasi, hingga membentuk persepsi terhadap sebuah brand.
Perubahan tersebut berdampak langsung pada strategi konten. Pamela menekankan bahwa pendekatan lama seperti mengandalkan hashtag, lagu trending, atau jam posting tidak lagi menjadi faktor penentu utama. Algoritma kini lebih memprioritaskan konten yang terasa manusiawi, relevan, dan autentik.
“Konten harus punya niat, konteks, dan cerita. Viral bukan lagi tujuan, tapi efek samping dari proses yang dikerjakan dengan benar,” jelas Pamela.
Fenomena #GetTheAIDIA memperlihatkan bagaimana kebutuhan pelaku bisnis terhadap forum diskusi yang lebih relevan, praktis, dan berorientasi masa depan semakin meningkat. Business talk modern tidak hanya menjadi ruang berbagi insight, tetapi juga ajang membangun koneksi dan memperluas perspektif di tengah lanskap digital yang terus berubah.
Antusiasme peserta menjadi catatan tersendiri. Meski awalnya dirancang secara intimate dengan jumlah terbatas, publikasi di media sosial mendorong lonjakan minat. Kehadiran peserta pun meningkat hingga hampir 150 orang, terdiri dari CEO dan C-level, business owner, entrepreneur, hingga influencer di Surabaya.





