BISNIS  

TPS Perkuat Fasilitas dan Sistem Digital, Siap Dongkrak Kapasitas Logistik Jelang Lebaran

SURABAYA – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus mempertegas perannya sebagai simpul strategis logistik nasional dengan memperkuat sistem operasional dan menambah peralatan bongkar muat modern. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi layanan sekaligus kapasitas penanganan peti kemas di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak.

Komitmen tersebut disampaikan manajemen dalam forum silaturahmi dan dialog bersama para pemangku kepentingan logistik yang digelar di Gedung Administrasi TPS, akhir Februari lalu. Pertemuan ini membahas kesiapan fasilitas dan strategi operasional menghadapi lonjakan aktivitas menjelang periode Lebaran.

Direktur Utama TPS, Wahyu Widodo, menegaskan modernisasi peralatan menjadi bagian penting dari transformasi layanan perusahaan. Selain itu, transparansi dan kemudahan akses informasi juga menjadi prioritas utama.

“TSP berkomitmen menghadirkan layanan yang transparan, modern, dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa. Melalui website resmi TPS, seluruh aktivitas operasional dapat dipantau secara real time,” ujarnya, Minggu (1/3).

Sebagai bagian dari penguatan fasilitas, TPS telah mendatangkan 14 unit Rubber Tyred Gantry (RTG) secara bertahap. Empat unit sudah beroperasi, sementara 10 unit lainnya akan menyusul dalam waktu dekat. Tidak hanya itu, pada akhir April mendatang TPS dijadwalkan menerima empat unit Container Crane (CC) baru yang ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026.

Sebagian unit CC tersebut juga akan dialokasikan ke Terminal Berlian guna menjaga keseimbangan layanan di kawasan pelabuhan dan memastikan distribusi operasional berjalan lebih merata.

Direktur Operasi TPS, Noor Budiwan, menjelaskan perusahaan turut menerapkan pengaturan ritme kerja yang lebih adaptif, terutama selama Ramadan dan menjelang Lebaran. Penyesuaian pola kerja saat sahur dan berbuka dilakukan agar aktivitas bongkar muat tetap optimal tanpa mengurangi produktivitas.

“Komunikasi yang intensif dan koordinasi antarpihak membuat jumlah keluhan eksternal menurun signifikan. Kami juga secara berkala memantau forecast ekspor dan impor untuk memastikan fleksibilitas penggunaan area Container Yard, baik inbound maupun outbound,” jelasnya.

Dari sisi pengguna jasa, Ketua DPW Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Timur, Sebastian Wibisono, menyambut positif pembaruan fasilitas tersebut. Ia menilai hampir seluruh peralatan bongkar muat kini dalam kondisi baru dan siap mendukung pelayanan secara maksimal.

Menurutnya, tambahan fasilitas seperti area fumigasi serta alat pemindai ekspor-impor yang telah beroperasi turut mempercepat proses pemeriksaan barang sehingga layanan menjadi lebih terintegrasi. “Sinergi antara pelaku usaha dan pengelola terminal menjadi kunci dalam menjaga kelancaran arus logistik di Jawa Timur,” katanya.

Dengan tambahan peralatan dan optimalisasi sistem kerja, TPS optimistis mampu mempersingkat waktu sandar kapal, meningkatkan efisiensi layanan, serta membuka peluang peningkatan kapasitas terminal secara bertahap. Upaya ini sekaligus mempertegas posisi TPS sebagai gerbang utama arus peti kemas di Jawa Timur dan penopang penting rantai pasok nasional.