Bulog Tulungagung Serap 20 Ribu Ton Gabah



.CO.ID, TULUNGAGUNG, – Perum Bulog Cabang Tulungagung, Jawa Timur, melaporkan bahwa serapan gabah setara beras telah mencapai hampir 20 ribu ton hingga awal April 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 100 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Perum Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, menjelaskan bahwa capaian tersebut berasal dari empat wilayah kerja, yaitu Kabupaten Tulungagung, Kabupaten dan Kota Blitar, serta Kabupaten Trenggalek. “Total serapan di seluruh wilayah kerja kami sudah hampir 20 ribu ton atau sekitar 30 persen dari target 64 ribu ton tahun 2026,” ujarnya.

Secara khusus, di Kabupaten Tulungagung saja, serapan gabah setara beras telah mencapai hampir 10 ribu ton. Menurut Yonas, peningkatan serapan ini dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang mendukung proses panen serta majunya jadwal panen petani dibandingkan tahun sebelumnya. “Cuaca cukup mendukung karena hujan lebih banyak terjadi malam hari, sehingga petani bisa maksimal saat panen,” tambahnya.

Kondisi cuaca tersebut juga berdampak pada kualitas gabah yang lebih baik, terutama dari sisi rendemen dan kadar air yang relatif rendah. Bulog optimistis serapan gabah pada masa panen raya tahun ini dapat mencapai sekitar 70 persen dari total target atau sekitar 44 ribu ton setara beras.

Untuk mengantisipasi lonjakan serapan, Bulog Tulungagung menambah kapasitas penyimpanan dengan menyewa gudang swasta dan memanfaatkan gudang mitra di sejumlah daerah. “Penambahan gudang kami lakukan karena kapasitas gudang utama tidak mencukupi untuk menampung hasil serapan tahun ini,” kata Yonas.

Faktor-Faktor Pendukung Peningkatan Serapan Gabah

Beberapa faktor utama yang berkontribusi pada peningkatan serapan gabah setara beras antara lain:

  • Kondisi Cuaca yang Mendukung

    Curah hujan yang lebih merata dan terjadi pada waktu yang tepat membantu proses pertumbuhan tanaman padi. Hal ini membuat para petani dapat melakukan panen secara optimal tanpa mengganggu aktivitas mereka.

  • Jadwal Panen yang Lebih Maju

    Petani mulai melakukan panen lebih awal dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini mendorong peningkatan produksi dan mempercepat proses pengumpulan gabah.

  • Kualitas Gabah yang Lebih Baik

    Dengan cuaca yang stabil, kadar air gabah cenderung lebih rendah dan rendemen yang tinggi. Ini membuat gabah lebih mudah disimpan dan diproses menjadi beras.

Strategi Pengelolaan Gudang yang Efektif

Untuk memastikan semua gabah yang diserap dapat disimpan dengan baik, Bulog Cabang Tulungagung melakukan beberapa langkah strategis:

  • Menyewa Gudang Swasta

    Gudang milik pihak swasta digunakan sebagai tambahan kapasitas penyimpanan agar tidak terjadi kelebihan beban pada gudang utama.

  • Memanfaatkan Gudang Mitra

    Bulog bekerja sama dengan mitra lokal untuk menyimpan gabah di berbagai daerah. Hal ini memperluas jangkauan penyimpanan dan meningkatkan efisiensi operasional.

  • Pemantauan Berkala

    Petugas Bulog rutin melakukan pemantauan terhadap kondisi gabah yang tersimpan untuk memastikan tidak ada kerusakan atau penurunan kualitas.

Target Tahun Ini dan Proyeksi Masa Depan

Dengan pencapaian hingga 30 persen dari target tahun 2026, Bulog Cabang Tulungagung tetap optimis akan mencapai angka yang ditetapkan. Proyeksi terbaru menunjukkan bahwa jumlah serapan gabah setara beras bisa mencapai 44 ribu ton, atau sekitar 70 persen dari target total 64 ribu ton.

Selain itu, Bulog juga berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan petani guna memastikan pasokan beras tetap stabil dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *