Sinergi Bank Aceh dan Universitas Syiah Kuala
BANDA ACEH — Bank Aceh dan Universitas Syiah Kuala (USK) memperkuat sinergi melalui pertemuan strategis yang berlangsung pada Senin (6/4/2026) di Gedung Rektorat USK, Darussalam, Banda Aceh. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam menjajaki kolaborasi yang lebih luas di bidang pendidikan dan pengembangan ekonomi daerah.
Pertemuan antara Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, dan Rektor USK, Prof Mirza Tabrani, SE, MBA, DBA, berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif. Kedua pimpinan institusi membahas komitmen untuk saling mendukung, khususnya dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia dan peningkatan kualitas layanan di lingkungan kampus.
Bank Aceh menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam berbagai program akademik maupun pengembangan institusi, sementara USK menyambut positif inisiatif tersebut sebagai bagian dari penguatan kemitraan strategis yang telah terjalin.
Pertemuan ini juga menjadi fondasi awal untuk menyelaraskan visi dan arah kerja sama sebelum dituangkan dalam kesepakatan formal yang lebih komprehensif.
Program Potensial yang Dibahas
Sejumlah program potensial turut dibahas, di antaranya pengembangan sistem pembayaran SPP dan layanan administrasi keuangan mahasiswa yang terintegrasi secara digital melalui kanal Bank Aceh. Selain itu, kedua pihak juga menjajaki penambahan titik layanan perbankan di lingkungan kampus guna memudahkan civitas akademika dalam mengakses berbagai transaksi.
Tak kalah penting, kolaborasi dalam program pengembangan ekonomi serta literasi keuangan syariah di lingkungan universitas juga menjadi salah satu fokus utama pembahasan.
Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan langkah awal yang strategis dalam membangun kerja sama yang lebih luas dan berdampak nyata. “Kami memandang USK sebagai mitra penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang akan mendorong kemajuan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor USK, Mirza Tabrani, menyampaikan optimisme terhadap penguatan hubungan kedua institusi. Ia berharap hasil pertemuan ini segera ditindaklanjuti secara teknis sehingga menghasilkan program kerja sama yang konkret dan saling menguntungkan.
“Kami meyakini kolaborasi ini dapat menjadi contoh sinergi antarlembaga lokal dalam mendorong kemajuan Aceh,” katanya.
Langkah Awal Menuju Kolaborasi Jangka Panjang
Pertemuan ini menjadi awal yang penting dalam membangun hubungan yang lebih kuat antara Bank Aceh dan USK. Dengan komitmen yang sama untuk saling mendukung, kedua institusi berharap bisa menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Aceh.
Beberapa area kolaborasi yang sedang dipertimbangkan mencakup pendidikan, pengembangan ekonomi, dan penguatan infrastruktur keuangan. Dengan adanya inisiatif seperti sistem pembayaran SPP digital dan penambahan layanan perbankan di kampus, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kenyamanan bagi seluruh civitas akademika.
Selain itu, program-literasi keuangan syariah juga menjadi fokus utama, karena memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat tentang manajemen keuangan yang bertanggung jawab dan sesuai dengan prinsip syariah.
Dengan kerja sama yang terjalin, diharapkan dapat menjadi model kolaborasi yang sukses antara lembaga swasta dan institusi pendidikan. Hal ini tidak hanya bermanfaat bagi USK dan Bank Aceh, tetapi juga berkontribusi pada kemajuan Aceh secara keseluruhan.






