Frysca Buktikan Beasiswa KIP-K Bisa Cetak Lulusan Berprestasi

Teks Foto : Frysca saat momen wisuda di Unusa, siap melanjutkan studi S2 dan mengembangkan lembaga bimbingan belajar yang dirintisnya. (ist)

SURABAYA – Keterbatasan ekonomi bukan menjadi penghalang untuk meraih kesuksesan. Hal ini dibuktikan oleh Frysca Virnanda Retikasari, wisudawan terbaik Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95 dan masa studi 3,5 tahun.

Lahir di Sidoarjo, 6 Juli 2003, Frysca merupakan penerima program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Ia adalah anak pertama dari empat bersaudara, putri pasangan Achmad Hudi dan Umaroh yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang sayur.

Sejak awal, Frysca memiliki ketertarikan kuat pada dunia pendidikan. Ia memilih PGSD karena meyakini bahwa pendidikan dasar merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter anak.

“Guru sekolah dasar memiliki peran krusial dalam membentuk generasi bangsa, karena di sanalah karakter anak mulai dibangun selain dari keluarga,” ujarnya, (22/04/26) Rabu.

Sebagai sarjana pertama di keluarga besar, Frysca menjadikan pendidikan sebagai jalan untuk meningkatkan derajat sosial keluarganya. Ia pun berkomitmen terus mengembangkan potensi diri agar dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Selama masa perkuliahan, Frysca menghadapi tantangan dalam membagi waktu. Selain mempertahankan prestasi akademik, ia aktif mengikuti berbagai lomba, organisasi, program magang, hingga berkesempatan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional.

“Bagi saya, kuliah bukan hanya tentang mendapatkan ilmu, tetapi juga mengeksplorasi pengalaman yang tidak bisa didapatkan di luar dunia kampus,” ungkapnya.

Dukungan keluarga menjadi kekuatan utama dalam perjalanan akademiknya. Ia mengaku bersyukur dapat menempuh pendidikan secara gratis melalui program KIP-K.

“Orang tua saya selalu mendukung meskipun secara finansial terbatas karena adik-adik saya juga masih sekolah. Beasiswa ini menjadi jalan bagi saya untuk terus melangkah,” tambahnya.

Saat ini, Frysca tengah mempersiapkan diri melanjutkan studi ke jenjang S2 melalui program Beasiswa Unggulan. Di sisi lain, ia juga mulai merintis usaha di bidang pendidikan dengan mendirikan LBB Smartkid Education, sebuah lembaga bimbingan belajar untuk siswa pra-sekolah, TK, hingga SD.

Ia berharap lembaga tersebut tidak hanya membantu siswa belajar, tetapi juga membuka peluang kerja bagi mahasiswa PGSD untuk mendapatkan pengalaman mengajar sekaligus penghasilan.

Inspirasi terbesar dalam hidupnya datang dari sang ayah yang selalu menanamkan rasa percaya diri.

“Setiap orang adalah bintang, dan bintang pasti bersinar. Jangan takut gagal, karena tugas kita adalah menemukan cahaya itu dan membuatnya menerangi banyak tempat,” pesan sang ayah yang selalu ia pegang teguh.

Prestasi Frysca menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan, selama disertai tekad, kerja keras, dan dukungan lingkungan yang tepat.