Perjalanan Dr. Myta Aprilia Azmy yang Berakhir Dengan Kehilangan Mendalam
Dr. Myta Aprilia Azmy, seorang dokter muda yang baru saja merayakan ulang tahun ke-25 pada tanggal 13 April 2026 lalu, meninggal dunia di tengah masa pengabdiannya sebagai dokter internship di RSUD KH Daud Arif, Jambi, pada Jumat (1/5/2026). Kepergian dr. Myta menjadi duka mendalam bagi keluarga dan orang terdekatnya.
Melalui unggahan di Facebook Okta Yusri, sang ibu, terdapat doa manis dan penuh harapan untuk kehidupan masa depan dr. Myta Aprilia. Doa tersebut ditulis dalam bentuk ucapan selamat ulang tahun yang menyentuh dan menjadi kado terakhir sekaligus kenangan manis bagi dr. Myta sebelum ia mengembuskan napas terakhir.
Berikut adalah rangkuman perjalanan dan kronologi kejadian yang menimpa dr. Myta:
Kondisi Kesehatan Sebelum Bertugas
Sebelum menjalani penugasan di RSUD Kuala Tungkal, kondisi dr. Myta dalam keadaan sehat dan telah melalui proses seleksi serta skrining medis. Tidak ada riwayat penyakit paru, dan hasil rontgen serta laboratorium juga baik, sehingga dinyatakan layak mengikuti program internship.
Selama bertugas, dr. Myta sempat mengeluhkan padatnya jadwal jaga, namun tidak secara rinci. Ia hanya sempat bercerita bahwa jadwal jaga cukup padat. Pihak rumah sakit menganggap itu bagian dari pengabdian.
Kronologi Sakit hingga Wafat
Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, dr. Myta sempat mengalami sesak napas, demam, dan batuk saat bertugas di Kuala Tungkal. Ia sempat menjalani perawatan di rumah sakit setempat dan kondisinya sempat membaik.
Namun, satu minggu kemudian, gejala kembali kambuh. Saturasi oksigen sempat turun di bawah 90 persen, bahkan hingga 80 persen. Ia kemudian disarankan berobat ke rumah sakit di Jambi. Karena disarankan beristirahat, dr. Myta sempat dibawa ke OKU Selatan.
Namun kondisinya kembali memburuk dengan saturasi oksigen turun hingga 75–80 persen. Akhirnya, dr. Myta dirujuk ke RSUP Dr Mohammad Hoesin dan dirawat di ICU.
“Saat masuk ICU, kondisi sudah sangat berat, dengan saturasi di bawah 70 persen dan harus menggunakan ventilator,” ujar sumber terkait.
Setelah menjalani perawatan selama tiga hari, dr. Myta dinyatakan meninggal dunia pada 1 Mei 2026 pukul 11.20 WIB.
Keluarga Dukung Investigasi Kemenkes RI
Keluarga besar almarhumah Myta Aprilia Azmy menyatakan mendukung dan menyerahkan sepenuhnya hasil investigasi kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait penyebab kematian almarhumah.
Menurut paman almarhumah, dr. Febri, saat ini keluarga masih dalam suasana duka dan belum banyak berdiskusi dengan rekan sesama dokter internship yang hadir dari Kuala Tungkal, Jambi.
Keluarga juga berharap kejadian serupa tidak terulang. “Kami berharap ke depan tidak ada lagi ‘Myta kedua’. Ini sudah keempat kalinya dokter internship meninggal di tempat tugas,” ujarnya.
Desakan Audit dan Investigasi
IKA FK Unsri mendesak Kemenkes RI untuk melakukan audit terhadap RSUD K.H. Daud Arif, tempat Myta menjalani program internship. Dalam surat resmi tertanggal 30 April 2026, IKA FK Unsri mengungkap adanya dugaan beban kerja berat tanpa jeda istirahat yang memadai.
Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa dr. Myta telah melaporkan gejala sakit, namun tetap dijadwalkan jaga malam dalam kondisi sesak napas dan demam tinggi. IKA FK Unsri juga menyoroti dugaan minimnya supervisi, keterbatasan fasilitas, hingga adanya indikasi tekanan untuk menutup informasi.
Atas hal itu, mereka mendesak Kemenkes melakukan audit menyeluruh dan membuka kemungkinan langkah hukum jika ditemukan unsur kelalaian.

Penjelasan RSMH
Hingga saat ini, penyebab meninggalnya dr. Myta Aprilia Azmy, seorang dokter internship yang sempat dirawat kritis di ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, belum diketahui secara pasti.
Direktur Utama RSMH Palembang, dr. Siti Khalimah, Sp.KJ, MARS, menyampaikan bahwa pihak rumah sakit belum memperoleh izin untuk memberikan keterangan resmi terkait kasus tersebut. “Kami belum mendapat izin untuk menyampaikan informasi mengenai dr. Myta. Saat ini kami masih menunggu izin dari Kementerian Kesehatan,” kata Siti Khalimah saat dikonfirmasi pada Jumat (1/5/2026) malam.
Ia menambahkan, kemungkinan besar penjelasan lengkap terkait peristiwa ini akan disampaikan langsung oleh pihak Kementerian Kesehatan.
Keluarga Dukung Program Internship Diinvestigasi
Dokter muda yang tengah menjalani program internship itu dikenal sebagai sosok harapan keluarga yang sebentar lagi akan menyelesaikan masa tugasnya dan resmi menjadi dokter umum.
Terkait munculnya surat dari Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) yang meminta investigasi, pihak keluarga mengaku mengetahui informasi tersebut dari media sosial. Keluarga menyatakan dukungan terhadap upaya tersebut.
Meski begitu, keluarga menegaskan bahwa mereka tidak ingin berspekulasi atau menyalahkan pihak tertentu, melainkan berharap adanya kejelasan dan perbaikan sistem ke depan.
“Kami mendukung langkah IKA FK Unsri untuk dilakukan investigasi, agar ada perbaikan sistem kerja bagi dokter internship ke depan. Kami tidak ingin ada kejadian serupa terulang,” kata dr Pebri Mahardika, perwakilan keluarga almarhumah.






