Kabar Palsu Mengenai Kematian Dewi Perssik Kembali Muncul di Media Sosial
Beberapa waktu terakhir, artis dan penyanyi ternama Indonesia, Dewi Perssik, kembali menjadi korban berita palsu yang menyebarkan informasi bahwa dirinya telah meninggal dunia. Kabar ini menyebar melalui berbagai platform media sosial seperti Facebook dan TikTok, khususnya dalam bentuk siaran langsung (live streaming) yang sempat viral.
Isu semacam ini bukanlah hal baru bagi Dewi Perssik. Sebelumnya, ia juga sering kali menjadi target berita palsu yang muncul secara berkala. Dari media sosial hingga platform video pendek, isu-isu tersebut terus muncul tanpa ada tindakan tegas yang dilakukan oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Dewi mengungkapkan bahwa salah satu penyebab berulangnya hoaks ini adalah sikapnya yang cenderung mudah memaafkan. Ia merasa bahwa kebiasaan ini justru membuat pelaku tidak merasa takut untuk terus melakukan hal serupa.
“Ya mungkin karena aku terlalu mudah memaafkan,” ujarnya saat ditemui di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (1/5/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa beberapa kali, para pelaku hoaks bahkan sampai melakukan tindakan yang tidak pantas, seperti menyembah atau bersujud kepada dirinya. Hal ini membuatnya merasa tidak nyaman dan akhirnya mempertimbangkan tindakan lebih lanjut.
“Kalau kayak kemarin kan sampai mereka nyembah-nyembah, sujud-sujud. Mungkin aku terlalu mudah untuk mereka memberikan maaf ya,” tambahnya.
Meski demikian, Dewi tetap ingin menjaga sikap sebagai orang yang pemaaf. Namun, ia juga menyadari bahwa sikap ini tidak boleh dimanfaatkan oleh orang lain. Ia menegaskan bahwa ia ingin bisa memaafkan dengan hati yang tulus, bukan karena dianggap lemah.
“Kan aku tuh kepengin jadi manusia pemaaf. Tapi bukan berarti aku dimanfaatkan,” katanya.
Langkah Hukum yang Sedang Dipertimbangkan
Dewi Perssik kini sedang mempertimbangkan langkah hukum terhadap sejumlah akun TikTok yang menyebarkan kabar palsu tentang kematian dirinya. Ia menilai bahwa tindakan hukum diperlukan agar para pelaku tidak lagi berani melakukan hal serupa di masa depan.
Ia juga mengatakan bahwa selama ini belum ada tindakan yang benar-benar membuat pelaku jera. Menurutnya, banyak akun yang terus menerus menyebarkan berita palsu tanpa mendapat konsekuensi yang signifikan.
“Aku sudah diemin berkali-kali, tapi ini sudah keterlaluan. Tiga hari berturut-turut ada beberapa akun yang live membicarakan kronologi meninggalnya saya,” ujarnya.
Selain itu, Dewi juga merasa terganggu karena pernah diundang masuk ke dalam siaran langsung tersebut, namun justru dihina. Ia merasa tidak nyaman dengan perlakuan tersebut.
“Wong masih hidup lho dibilang mati. Aku di-invite, giliran aku masuk aku dibilang kuntilanak. Kan nyebelin ya,” keluhnya.
Meskipun dikenal sebagai pribadi yang mudah memaafkan, Dewi menegaskan bahwa sikap ini tidak boleh disalahgunakan. Ia ingin tetap menjaga sifat baiknya, namun juga harus melindungi diri dari tindakan yang tidak adil.
“Ya mungkin karena aku terlalu mudah memaafkan. Tapi bukan berarti aku dimanfaatkan,” ujarnya.
Saat ini, mantan istri Aldi Taher tersebut masih mempertimbangkan untuk membawa kasus ini ke ranah hukum. Meski ia tidak ingin melaporkan semua hal, ia merasa kesal dengan perilaku para pelaku hoaks.
“Sebenernya aku nggak kepingin ngelaporin, tapi kesel. Jadi nanti kita lihat, apa benar hatiku sampai ke situ,” pungkasnya.


