Jangan Bermain Sebelum Tidur, Ini Aktivitas yang Disarankan Psikolog untuk Anak



JAKARTA,

Beberapa orangtua masih mengajak anaknya bermain menjelang waktu tidur dengan harapan anak akan lelah dan langsung tertidur. Namun, menurut psikolog anak Fabiola Priscilla, M.Psi., yang berpraktik di Klinik Sajiva di RSK Dharmawangsa, hal ini sebaiknya dihindari.

Fabiola menjelaskan bahwa dua jam sebelum anak tidur, sebaiknya tidak diberikan aktivitas yang terlalu stimulatif atau memicu kegembiraan berlebihan. Hal ini bisa mengganggu proses relaksasi tubuh dan pikiran anak, sehingga sulit untuk tidur nyenyak.

“Dua jam sebelum waktu tidur, anak sebaiknya diajak melakukan aktivitas santai agar tubuh dan pikirannya lebih rileks,” ujar Fabiola dalam konferensi pers “IKEA Play: Eksplorasi, Imajinasi, Inspirasi” di IKEA Jakarta Garden City, Jakarta Timur, Kamis (6/11/2025).

Menurutnya, kegiatan yang sederhana seperti membacakan buku cerita atau membaca bersama anak bisa menjadi pilihan yang efektif. Dengan aktivitas ini, suasana kamar menjadi lebih tenang dan membuat anak lebih mudah terlelap.

Fabiola menyarankan agar orangtua memilih tema buku yang sesuai dengan minat anak. “Kita bisa cari topik yang mungkin sesuai dengan apa yang anak suka,” katanya.

Namun, buku yang dibacakan tidak harus selalu berupa fiksi. Orangtua juga bisa memilih buku-buku yang membahas isu-isu aktual, tetapi disampaikan dalam bentuk cerita yang menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak.

“Misalnya, dengan topik bullying (perundungan),” tambah Fabiola. “Sebelum tidur, buku ini bisa menjadi refleksi bagi anak tentang bagaimana cara menghindari atau mencegah perundungan.”

Selain itu, bacaan buku juga bisa menjadi kesempatan untuk memperkenalkan nilai-nilai penting kepada anak, seperti empati, kerja sama, atau kejujuran. Dengan demikian, anak tidak hanya mendapatkan pengalaman bacaan yang menyenangkan, tetapi juga belajar dari cerita tersebut.

Aktivitas membaca sebelum tidur juga bisa menjadi momen berkualitas antara orangtua dan anak. Dengan berbagi cerita, hubungan antara keduanya bisa semakin erat. Selain itu, kebiasaan ini juga dapat membantu anak terbiasa dengan rutinitas tidur yang teratur.

Fabiola menekankan bahwa lingkungan yang tenang dan konsisten sangat penting dalam membentuk pola tidur anak. Dengan menghindari stimulasi berlebihan sebelum tidur, anak akan lebih mudah menyesuaikan diri dan tidurnya menjadi lebih nyenyak.

Tips untuk Menyusun Rutinitas Tidur Anak

  • Baca buku cerita bersama anak 1–2 jam sebelum waktu tidur.
  • Pilih buku dengan tema yang menarik dan sesuai minat anak.
  • Hindari aktivitas yang terlalu aktif atau menimbulkan emosi berlebihan.
  • Buat suasana kamar yang nyaman dan tenang.
  • Jangan lupa memberikan perhatian dan kasih sayang saat membaca.

Dengan rutinitas yang konsisten dan lingkungan yang mendukung, anak akan lebih mudah mengatur waktu tidur dan memiliki kualitas istirahat yang baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *