Banjir Muratara Hancurkan 2.867 Rumah dan 5 Jembatan Gantung

Banjir Melanda Kabupaten Muratara, 2.867 Rumah Terendam

Bencana banjir kini sedang melanda Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan (Sumsel). Dalam peristiwa ini, berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muratara, jumlah rumah yang terendam banjir mencapai 2.867 unit.

Banjir kini merendam dua kecamatan, yaitu Kecamatan Karang Jaya dan Kecamatan Muara Rupit. Berikut daftar desa-desa yang terkena dampak banjir di masing-masing kecamatan:

Daftar Desa yang Terendam di Kecamatan Karang Jaya

  • Desa Lubuk Kumbung
  • Desa Sukaraja
  • Desa Muara Batang Empu
  • Desa Rantau Telang
  • Desa Tanjung Agung
  • Desa Sukamenang
  • Kelurahan Karang Jaya
  • Desa Muara Tiku
  • Desa Terusan
  • Desa Embacang

Daftar Desa yang Terendam di Kecamatan Muara Rupit

  • Desa Tanjung Beringin
  • Desa Noman
  • Desa Noman Baru
  • Desa Batu Gajah
  • Desa Batu Gajah Baru
  • Desa Maur Lama
  • Desa Maur Baru

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Muratara, Mugono, menyampaikan bahwa wilayah yang paling dalam terdampak banjir berdasarkan pembaruan terakhir adalah Desa Noman dan Batu Gajah.

“Update sampai sekarang untuk yang paling dalam dua desa yakni Desa Noman dan Batu Gajah,” ujar Mugono saat dihubungi, Jumat (7/6/2026).

Selain itu, banjir juga menyebabkan lima jembatan gantung di lima desa putus akibat derasnya air. Berikut daftar desa yang mengalami kerusakan jembatan:
* Desa Tanjung Beringin

Desa Terusan

Desa Batu Gajah

Desa Noman

Satu lagi desa yang lupa disebut oleh Mugono

Mugono menjelaskan bahwa bencana banjir di Kabupaten Muratara merupakan bencana tahunan yang disebabkan oleh luapan sungai akibat intensitas hujan tinggi. “Kemarin Kamis (6/5/2026) sejak Magrib sudah hujan sampai pukul 08.00 WIB pagi, akibatnya Sungai Rupit meluap merendam dua kecamatan,” tambahnya.

Potensi Banjir yang Semakin Meluas

Akibat hujan yang masih mengguyur wilayah tersebut, kabupaten Muratara kini berstatus siaga. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada jika debit air terus meningkat. Mereka diminta untuk mengamankan barang penting dan menyiapkan langkah evakuasi jika air mulai naik.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *