Hantavirus Menyebar dari Segala Jenis Tikus

Penyebaran Hantavirus dari Tikus, Perlu Waspada

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI), Prof. drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito, menyatakan bahwa semua jenis tikus berpotensi menjadi sumber penyebaran hantavirus. Ia menyoroti pentingnya kewaspadaan mengingat dua kasus suspek telah terdeteksi di Indonesia.

“Semua jenis tikus bisa menjadi penyebab penyebaran,” ujar Prof. Wiku dalam sebuah wawancara.

Ia menjelaskan bahwa penularan hantavirus dapat terjadi melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan tikus, termasuk melalui urin, kotoran, dan makanan yang sudah terkontaminasi. Untuk mencegah penyebaran, ia menyarankan agar masyarakat menghindari kontak langsung atau tidak langsung dengan tikus serta membersihkan lingkungan dari urin, kotoran, dan bekas makanan yang bersentuhan dengan tikus.

Selain itu, Prof. Wiku juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan rumah dan tempat kerja serta memastikan makanan dan minuman tetap higienis. “Jaga lingkungan rumah, tempat kerja. Selalu makan dan minum yang bersih dan higienis,” tambahnya.

Faktor Risiko dan Cara Penularan

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Aji Muhawarman, menjelaskan bahwa ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan potensi paparan hantavirus. Faktor-faktor tersebut antara lain pekerjaan yang berkaitan dengan kontak langsung dengan tikus seperti petugas kebersihan, petani, pekerja konstruksi, pengendali hama, hingga pembersih selokan.

Aktivitas di area berisiko seperti gudang lama, area terbengkalai, dan ruang bawah tanah juga perlu diwaspadai. Selain itu, wilayah dengan populasi tikus tinggi dan curah hujan tinggi disebut memiliki risiko penularan lebih besar.

Aji menjelaskan bahwa penularan hantavirus umumnya terjadi melalui kontak dengan reservoir terinfeksi, baik melalui gigitan, saliva, urin, maupun feses. Penularan juga dapat terjadi melalui inhalasi aerosol yang berasal dari ekskresi hewan terinfeksi.

“Penularan antar manusia jarang terjadi, dilaporkan hanya pada tipe HPS di Amerika Selatan,” ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa reservoir hantavirus tidak hanya tikus, tetapi juga celurut, tikus tanah, hingga kelelawar.

Penularan Antar-Manusia Tidak Masif

Meski begitu, Prof. Wiku menegaskan bahwa hantavirus tidak akan menyebar secara masif seperti Covid-19 meskipun terdapat strain tertentu yang memiliki kemampuan menular antarmanusia. “Penularan tidak akan masif seperti Covid,” ujarnya.

Menurutnya, penularan antarmanusia hanya mungkin terjadi apabila terdapat kontak erat secara intensif, seperti berbagi tempat tidur, makanan, maupun kontak fisik langsung dalam waktu lama. “Penularan antar manusia bisa terjadi apabila benar-benar terjadi kontak erat misalnya berbagi tempat tidur dan makanan serta betul-betul kontak fisik,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa hantavirus memiliki masa inkubasi cukup panjang hingga 45 hari. Karena itu, observasi terhadap orang yang diduga terpapar perlu dilakukan dalam waktu cukup lama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *