JAKARTA — Musisi Sal Priadi kembali menghadirkan karya terbaru yang bertajuk “Kepala, Pundak, Kerja Lagi”. Lagu ini tidak hanya menjadi bagian dari karyanya sendiri, tetapi juga dipilih sebagai soundtrack asli dari film Monster Pabrik Rambut. Selain itu, Sal juga turut bermain dalam film tersebut.
Video lirik dari lagu ini telah mencapai lebih dari 2,5 juta tayangan. Dalam lagu ini, Sal menunjukkan perubahan musikal yang signifikan. Berbeda dengan karya-karyanya sebelumnya yang sering kali memiliki nuansa romantis dan melankolis, lagu ini justru membawa suasana yang lebih suram dan reflektif.
Sal memulai lagu dengan lirik yang terasa akrab, seperti kenangan masa kecil. Namun, di sini ia mengemasnya dengan atmosfer yang lebih gelap dan penuh makna. Melalui lagu ini, Sal ingin membandingkan dunia masa kanak-kanak yang penuh keceriaan dengan kelelahan orang dewasa yang terjebak dalam rutinitas kerja yang monoton.
Lirik-lirik dalam lagu ini banyak berkaitan dengan kepenatan, tekanan pekerjaan, serta siklus hidup yang berulang. Menurut Sal, ide awal lagu ini berasal dari pengalamannya sendiri dalam menerjemahkan keresahan sehari-hari menjadi sebuah karya musik.
“Liriknya sesuatu yang aku tangkap dari keseharian. Tema di film Monster Pabrik Rambut itu juga membahas soal overwork dan lembur, sesuatu yang sangat dekat sekali. Sehingga dengan mudah aku bisa menangkap gagasan filmnya lalu menyampaikannya dengan cara ku sendiri di lagu ini,” ujar Sal Priadi dalam keterangan tertulisnya.
Berbeda dari lagu-lagu sebelumnya yang lahir dari permainan piano atau gitar, proses kreatif lagu “Kepala, Pundak, Kerja Lagi” juga membawa pendekatan baru bagi Sal. Dalam pembuatannya, dia bekerja sama dengan Attila Syah untuk menciptakan soundscape bernuansa elektronik yang memberi warna berbeda pada lagu ini.
Tidak hanya dari segi musikal, proses penulisan lagu ini juga menjadi pengalaman baru bagi Sal. Untuk pertama kalinya, dia menulis lagu langsung di lokasi syuting film Monster Pabrik Rambut. Meskipun sebelumnya pernah membuat lagu tema untuk film, pengalaman menciptakan materi musik di tengah proses syuting baru saja dialaminya dalam proyek ini.
“Ini sebuah pengalaman yang baru dan menjadi pengalaman menulis lagu yang dahsyat,” tambahnya.
Karena ditulis langsung di tengah proses syuting saat mendalami karakter dalam film, Sal merasa lagu ini memiliki nuansa layaknya marching song yang penuh solidaritas bagi para pekerja. Lagu ini merekam berbagai dinamika dunia kerja, mulai dari tekanan pekerjaan hingga budaya overwork, sehingga diharapkan dapat menjadi “anthem lembur” yang terasa dekat dengan banyak orang.
Selain bisa didengarkan di platform streaming, nantinya lagu “Kepala, Pundak, Kerja Lagi” juga akan menjadi elemen penting yang memberi warna emosional dalam film tersebut setiap kali muncul di layar. Dalam Monster Pabrik Rambut, Sal turut beradu akting dengan sejumlah nama seperti Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, hingga aktor muda Kev.
Film yang disutradarai Edwin dan diproduksi oleh Palari Films ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026. Film ini mengangkat kisah tentang kehidupan Putri yang harus bekerja di sebuah pabrik rambut setelah sang ibu meninggal secara mendadak.
Di tengah situasi duka, sang adik, Ida, justru meyakini bahwa kematian ibu mereka berkaitan dengan hal-hal mistis. Keyakinan itu perlahan membawa keduanya pada berbagai peristiwa ganjil yang menjadi bagian penting dalam cerita film ini.






